Relokasi Pasar Barito: Pedagang Meradang, Jakarta Selatan Memanas?

Relokasi Pasar Barito: Pedagang Meradang, Jakarta Selatan Memanas?

Lentera Pos- Rencana relokasi pedagang Lokasi Sementara (Loksem) Pasar Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang akan dimulai hari ini, Minggu (3/8), menuai badai protes. Para pedagang resah dan gelisah, merasa dipaksa pindah ke lokasi baru di Lenteng Agung yang belum siap, sekitar 14 kilometer dari lokasi semula.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan bersikeras memindahkan para pedagang ke sejumlah pasar di bawah Perumda Pasar Jaya, demi proyek pembangunan Taman ASEAN. Wali Kota Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menjanjikan bantuan transportasi dan perhatian hingga relokasi tuntas. Namun, janji ini tak mampu meredam kekhawatiran para pedagang.

Relokasi Pasar Barito: Pedagang Meradang, Jakarta Selatan Memanas?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pasar Barito, yang dikenal sebagai pusat hewan peliharaan dan kuliner, akan dikosongkan hari ini. Camat Kebayoran Baru, Achmad Basyaruddin, mengklaim sebagian pedagang sudah pindah secara mandiri. Namun, mayoritas pedagang justru merasa tertekan.

COLLABMEDIANET

Danang, seorang pedagang hamster, mengungkapkan kegelisahannya. Ia tak menolak relokasi, tetapi meminta penundaan hingga 2026, karena lokasi baru di Lenteng Agung masih berupa tanah kosong. "Itu yang bikin kami bimbang, makin kita juga takut. Karena kan bangunannya belum ada," ujarnya.

Menurut Danang, tenggat waktu awal Agustus sangat tidak realistis dan membuat pedagang panik. Ia berharap Gubernur DKI Jakarta dapat turun tangan mendengarkan aspirasi mereka. Meskipun dijanjikan empat bulan gratis sewa oleh Perumda Pasar Jaya, pedagang tetap khawatir dengan biaya sewa selanjutnya yang mahal.

Cipto, pedagang burung dan kucing, juga senada. Ia khawatir relokasi tanpa persiapan akan membuat pedagang harus memulai dari nol. Sejak wacana relokasi mencuat, Pasar Barito semakin sepi, berdampak langsung pada omzet pedagang. Bahkan, banyak pedagang dikabarkan sakit karena stres.

Ketua Umum PPKL DKI Jakarta, Tri Harijanto, menyebut ada 97 pedagang resmi di Pasar Barito. Mereka tidak menolak relokasi, tetapi waktu yang tersedia terlalu singkat, sementara pembangunan di lokasi tujuan belum dimulai. Ia khawatir pemindahan yang dipaksakan akan memicu kericuhan.

Menurut Camat Kebayoran Baru, setelah Loksem Barito dikosongkan, pengelolaan lokasi akan diserahkan ke Dinas PPKUKM DKI Jakarta. Pedagang diberi pilihan lokasi pindah ke pasar-pasar seperti Mampang, Pondok Indah, dan lainnya. Pasar Barito sendiri baru direnovasi dan dibuka kembali pada Oktober 2023, dengan total 137 kios. Proyek Taman ASEAN ditargetkan rampung pada Desember 2025.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar