Air Bah Landa Jakarta! 115 RT dan 16 Jalan Terendam Parah!

Air Bah Landa Jakarta! 115 RT dan 16 Jalan Terendam Parah!

Lentera Pos- Jakarta kembali dihadapkan pada cobaan alam. Hingga Minggu sore pukul 15.00 WIB, setidaknya 115 Rukun Tetangga (RT) dan 16 ruas jalan utama di ibu kota masih terendam banjir, mengganggu aktivitas ribuan warga. Bencana ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu, menimbulkan dampak signifikan di berbagai penjuru kota.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama meluasnya genangan. "Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya pada Sabtu (7/3) hingga Minggu menyebabkan banjir di DKI Jakarta," terang Isnawa dalam keterangannya, Minggu. Data terkini menunjukkan ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai puncaknya di 1,8 meter. Sembilan RT di Kelurahan Kuningan Barat menjadi salah satu titik terparah, dengan genangan mencapai 60 cm hingga 180 cm, memaksa warga untuk siaga penuh.

Air Bah Landa Jakarta! 115 RT dan 16 Jalan Terendam Parah!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Sebaran dampak banjir meliputi tiga wilayah administrasi utama: Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Jakarta Selatan mencatat jumlah RT terdampak terbanyak dengan 51 RT, termasuk Kelurahan Petogogan (39 RT) dan Kuningan Barat (9 RT). Sementara itu, Jakarta Barat melaporkan 33 RT terendam, di antaranya Kedaung Kali Angke dan Rawa Buaya. Di Jakarta Timur, 31 RT terdampak, dengan Kelurahan Cipinang Melayu dan Halim Perdana Kusuma menjadi perhatian utama. Selain permukiman, 16 ruas jalan juga tak luput dari genangan, mengganggu mobilitas warga. Beberapa di antaranya adalah Jalan Daan Mogot, Jalan Kapten Pierre Tendean, dan Jalan Bendungan Hilir, dengan ketinggian air antara 10 cm hingga 40 cm.

COLLABMEDIANET

Dampak langsung genangan air ini telah memaksa puluhan keluarga untuk mengungsi. BPBD DKI Jakarta mencatat 46 Kepala Keluarga (KK) atau 72 jiwa dari Kelurahan Pejaten Barat harus mengungsi di Mushola Al Inayah. Di Kelurahan Kuningan Barat, 12 KK atau 50 jiwa juga terpaksa mencari perlindungan sementara di Masjid Baitussalam.

Menyikapi situasi ini, BPBD DKI Jakarta tidak tinggal diam. Personel telah dikerahkan untuk memantau kondisi genangan dan berkoordinasi erat dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat). Upaya penyedotan genangan terus dilakukan, memastikan fungsi tali-tali air optimal, bekerja sama dengan lurah dan camat setempat. Kebutuhan dasar bagi para penyintas juga menjadi prioritas utama, dengan target genangan dapat surut dalam waktu secepatnya.

Isnawa Adji mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu. Bagi warga yang menghadapi situasi darurat, layanan telepon 112 siap sedia 24 jam non-stop dan bebas biaya, menjadi saluran komunikasi vital di tengah krisis. Kejadian banjir yang berulang ini, meski telah direspons cepat oleh pemerintah daerah, secara tidak langsung kembali menyoroti tantangan jangka panjang dalam tata kelola air perkotaan dan infrastruktur drainase Jakarta. Pertanyaan mengenai efektivitas solusi permanen dan kesiapan kota menghadapi perubahan iklim ekstrem tampaknya akan terus menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan pemangku kebijakan, menunggu terobosan yang lebih komprehensif.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar