Akhir Drama Nenek Elina: Armuji & Madas Berdamai!

Akhir Drama Nenek Elina: Armuji & Madas Berdamai!

Lentera Pos- Surabaya, Jawa Timur – Sebuah perselisihan yang sempat memicu ketegangan publik dan menjadi sorotan di Kota Pahlawan akhirnya menemukan titik damai. Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, dan Organisasi Masyarakat (Ormas) Madura Asli Sedarah (Madas) secara resmi mencapai kesepakatan rekonsiliasi. Momen penting ini terjadi dalam sebuah pertemuan mediasi yang difasilitasi oleh Universitas dr Soetomo (Unitomo) Surabaya pada Selasa, 6 Januari lalu, menandai upaya serius untuk meredakan polemik dan memulihkan suasana kondusif di tengah masyarakat.

Sebelumnya, hubungan antara Armuji dan Madas sempat memanas setelah Armuji dilaporkan ke pihak kepolisian. Pelaporan ini dipicu oleh pernyataan Armuji yang menyebut nama ormas Madas dalam sebuah tayangan video inspeksi mendadak (sidak) terkait kasus Nenek Elina Widjajanti (80), korban kekerasan dan pengusiran dari rumahnya oleh oknum ormas. Kontroversi ini tidak hanya menyita perhatian lokal, tetapi juga memantik diskusi luas mengenai peran dan tanggung jawab pejabat publik serta organisasi kemasyarakatan.

Akhir Drama Nenek Elina: Armuji & Madas Berdamai!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Dalam pertemuan mediasi yang berlangsung hangat tersebut, Armuji menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada Ketua Umum Madas, Mohammad Taufik. Ia mengakui adanya kekhilafan dalam penyebutan nama ormas tersebut saat menanggapi pertanyaan mengenai pelaku pengusiran Nenek Elina dalam video sidak yang kemudian viral. "Sekali lagi saya mohon maaf apabila saya khilaf menyebut ada logo Madas di bajunya pelaku pengusiran nenek Elina," tutur Armuji usai pertemuan. Ia menjelaskan, sidak tersebut merupakan respons atas banyaknya laporan masyarakat dan penyebutan nama Madas kala itu bersifat spontan, tanpa ada niat untuk menyudutkan organisasi. Armuji bahkan berharap Madas dapat mengambil tindakan tegas terhadap terduga anggotanya yang terlibat, atau membantu menemukan pelaku jika memang bukan bagian dari organisasi mereka.

COLLABMEDIANET

Menanggapi permohonan maaf tersebut, Mohammad Taufik selaku Ketua Umum Madas menyatakan menerima dengan lapang dada. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Unitomo atas peran krusialnya dalam memfasilitasi mediasi ini. Taufik dengan tegas membantah keterlibatan Madas dalam insiden pengusiran Nenek Elina, sekaligus menolak keras stigma premanisme yang sempat dilekatkan pada organisasinya. "Kami atas nama Madas meminta maaf jika persoalan ini menjadi gaduh dan tidak kondusif. Tapi kami tegaskan, Madas bukan ormas preman," tegas Taufik, menekankan komitmen organisasinya untuk menjunjung tinggi nilai-nilai positif.

Terkait sosok Yasin, yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengusiran dan perobohan rumah Nenek Elina, Taufik mengakui bahwa Yasin memang tercatat sebagai anggota Madas. Namun, ia mengklarifikasi bahwa Yasin baru resmi bergabung dengan Madas dua bulan setelah insiden pengusiran Nenek Elina terjadi. Saat ini, Yasin telah dinonaktifkan sementara dari keanggotaan dan telah ditetapkan sebagai tersangka serta ditangkap oleh pihak kepolisian. Taufik juga membantah narasi yang menyebut Yasin mengenakan atribut Madas saat beraksi, menjelaskan bahwa Yasin hanya mengenakan baju merah yang identik dengan warna ormas, namun tanpa tulisan atau simbol organisasi. Madas menegaskan tidak akan memberikan bantuan hukum kepada Yasin dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian, menunjukkan sikap tegas terhadap pelanggaran hukum.

Kesepakatan damai ini diharapkan menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak, baik Armuji, Madas, maupun masyarakat luas. Baik Armuji maupun Taufik sama-sama menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya komunitas Madura, atas kegaduhan dan kesalahpahaman yang sempat berkembang. Rekonsiliasi ini tidak hanya menyelesaikan perselisihan di permukaan, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya dialog, klarifikasi, dan tanggung jawab dalam menjaga harmoni sosial, serta bagaimana sebuah insiden individu dapat memengaruhi reputasi sebuah organisasi secara keseluruhan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar