Terungkap! GSW: Lebih dari Tanggul, Ini Kota Masa Depan!

Terungkap! GSW: Lebih dari Tanggul, Ini Kota Masa Depan!

Lentera Pos- Jakarta – Sebuah visi ambisius terkuak dari Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) terkait proyek Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall/GSW). Bukan sekadar benteng penahan air, GSW digadang-gadang akan bertransformasi menjadi koridor multifungsi yang menopang peradaban pesisir Jawa, lengkap dengan infrastruktur modern mulai dari Moda Raya Terpadu (MRT) hingga sumber energi terbarukan. Proyek ini menjanjikan lebih dari sekadar perlindungan, melainkan sebuah lompatan besar menuju pengembangan wilayah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf, pada Senin lalu di Jakarta, membeberkan potensi luar biasa ini. "Di situ akan ada jalan tol dan MRT," ungkap Didit, menggambarkan bagaimana struktur raksasa ini akan menjadi tulang punggung transportasi vital yang menghubungkan berbagai titik di Pantura. Lebih jauh, Didit menambahkan bahwa tanggul laut tersebut juga akan menjadi rumah bagi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan panel surya, memanfaatkan waduk retensi di sisi dalamnya sebagai ladang energi hijau. "Ini masih salah satu gambaran, dan ada area pengembangan juga untuk pembangunan kegiatan area development nantinya di luar setelah tanggulnya ini jadi," imbuhnya, memberikan petunjuk akan adanya pengembangan kawasan terpadu yang lebih luas, melampaui fungsi dasar tanggul itu sendiri.

Terungkap! GSW: Lebih dari Tanggul, Ini Kota Masa Depan!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Proyek GSW ini, jelas Didit, merupakan bagian integral dari strategi nasional yang lebih besar untuk menjaga keberlanjutan peradaban pesisir Pantura Jawa yang krusial, yang selama ini memberikan kontribusi ekonomi signifikan. Konsep perlindungan pesisir yang diusung BOPPJ jauh melampaui sekadar pembangunan tanggul fisik. Ini adalah sebuah sistem terintegrasi yang menggabungkan tanggul laut (offshore dike), tanggul pantai (onshore dike), serta solusi berbasis alam (nature-based solutions) seperti penguatan ekosistem mangrove. Sebuah pendekatan holistik yang menjanjikan ketahanan jangka panjang terhadap perubahan iklim dan sekaligus revitalisasi lingkungan pesisir.

COLLABMEDIANET

Secara konseptual, sistem perlindungan pesisir Pantura Jawa ini direncanakan membentang sepanjang kurang lebih 535 kilometer. Jangkauannya meliputi lima provinsi strategis—Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur—serta mencakup lima wilayah kota dan 25 wilayah kabupaten. Skala proyek ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam menghadapi tantangan lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi dan sosial yang masif, mengubah wajah Pantura menjadi koridor peradaban yang modern dan lestari.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar