Lentera Pos- Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Addin Jauharudin, secara tegas mengapresiasi langkah Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam forum Badan Perdamaian (BoP). Ia memandang strategi diplomasi yang dijalankan Prabowo sebagai pendekatan yang tenang namun penuh ketegasan, menempatkan Indonesia sebagai arsitek "jembatan" dialog di tengah polarisasi global yang kian meruncing.
BoP, yang merupakan wadah strategis bagi para pemimpin dan tokoh dunia untuk merumuskan resolusi konflik, menjaga stabilitas global, serta mencari solusi kemanusiaan, menjadi panggung bagi Indonesia. Menurut Addin, kehadiran Indonesia di sana bukan untuk berteriak lantang, melainkan untuk menyampaikan pesan fundamental dengan kejelasan: perdamaian adalah tanggung jawab kolektif yang harus diperjuangkan tanpa henti.

Bagi GP Ansor, diplomasi yang diusung Presiden Prabowo membawa tiga pilar pesan yang esensial. Pertama, urgensi dialog sebagai antitesis dari narasi saling menyalahkan. Kedua, penempatan nilai kemanusiaan sebagai prioritas tertinggi, melampaui segala intrik politik jangka pendek. Dan ketiga, penegasan bahwa stabilitas global merupakan prasyarat mutlak bagi tercapainya kemakmuran universal, termasuk bagi bangsa Indonesia.

Related Post
Langkah diplomasi ini, lanjut Addin, seolah menggema kembali spirit kenegarawanan yang pernah ditunjukkan oleh Presiden pertama RI, Soekarno. Pada masanya, strategi diplomasi Soekarno kerap menuai perdebatan sengit. Namun, waktu membuktikan bahwa visi strategis dan keberanian dalam membaca momentum adalah kunci fundamental untuk mengamankan kepentingan nasional jangka panjang. Sebuah pelajaran berharga yang kini kembali relevan.
Dalam konteks isu Palestina-Israel yang sensitif, Presiden Prabowo secara konsisten menyuarakan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina, mendesak gencatan senjata permanen, dan memperjuangkan solusi dua negara berdasarkan koridor hukum internasional. Indonesia tidak berhenti pada retorika; komitmennya dibuktikan melalui aksi nyata bantuan kemanusiaan. Bagi GP Ansor, inilah esensi diplomasi Indonesia: ketegasan dalam prinsip yang tak tergoyahkan, diiringi kebijaksanaan dalam setiap pendekatan.
Keikutsertaan Indonesia dalam BoP, menurut Addin, jauh melampaui sekadar kehadiran simbolis. Ini adalah investasi strategis untuk membangun fondasi kepercayaan global terhadap Indonesia. Sebuah negara yang mampu menunjukkan stabilitas internal, berani menyuarakan perdamaian dengan lantang, dan cakap berperan sebagai penengah yang adil, niscaya akan menjadi aktor yang diperhitungkan di kancah internasional.
Dampak dari stabilitas global ini berimbas langsung pada kelancaran perdagangan, peningkatan kepercayaan investor, dan jaminan masa depan ekonomi yang lebih kokoh. Pada akhirnya, diplomasi perdamaian yang diusung ini bermuara pada satu tujuan luhur: peningkatan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
GP Ansor menegaskan keyakinannya bahwa inisiatif Presiden Prabowo di Board of Peace adalah manifestasi nyata dari amanat konstitusi Indonesia untuk turut serta menjaga ketertiban dunia. "Di tengah hiruk-pikuk global yang kerap gaduh, Indonesia memilih untuk tampil sebagai suara yang menenangkan. Itulah esensi sejati diplomasi kita," pungkas Addin, memberikan penekanan pada identitas diplomasi Indonesia yang khas.








Tinggalkan komentar