Lentera Pos- Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDT) RI, Ahmad Riza Patria, menegaskan peran fundamental Resimen Mahasiswa (Menwa) sebagai ujung tombak pertahanan negara di lingkungan kampus. Pernyataan ini disampaikan Riza, yang juga menjabat Komandan Komando Nasional Resimen Mahasiswa (Dankonas Menwa) RI, saat melantik Komandan Resimen Mahasiswa Mahadana NTT di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Kamis lalu. Acara penting ini turut dihadiri Gubernur NTT Melki Laka Lena, yang dinobatkan sebagai Anggota Kehormatan Menwa Mahadana NTT, menandai komitmen bersama dalam penguatan organisasi ini.
Menurut Riza, keberadaan Menwa jauh melampaui sekadar organisasi kemahasiswaan biasa. Ia adalah perwujudan nyata dari keterlibatan generasi intelektual dalam sistem pertahanan semesta. "Ini bukan sekadar jabatan, tetapi amanah dan pengabdian," ujarnya, menekankan bahwa penguatan Menwa merupakan strategi vital dalam bela negara, pembangunan desa, serta pembinaan karakter generasi muda, khususnya di wilayah perbatasan yang rentan. Pelantikan komandan Menwa, baginya, bukanlah agenda seremonial semata, melainkan momentum sakral yang sarat tanggung jawab kebangsaan.

Menelusuri Jejak Sejarah yang Terlupakan: Kebangkitan Sang Penjaga Bangsa
Riza mengajak hadirin menengok kembali sejarah pembentukan Menwa yang digagas oleh Jenderal AH Nasution pada era 1959-1963. Kala itu, Menwa didirikan sebagai wadah bela negara bagi mahasiswa untuk memperkuat Komponen Cadangan Pertahanan NKRI, sebuah solusi cerdas mengingat luasnya wilayah Indonesia dengan keterbatasan personel pertahanan. Namun, pasca-reformasi, eksistensi Menwa sempat mengalami pasang surut dan penurunan di sejumlah kampus. "Saya ingin Menwa kembali jaya, kuat dalam karakter, integritas, dan moral," tegas Riza, menyiratkan misi besar untuk mengembalikan marwah dan kejayaan korps ini sebagai pilar penting ketahanan nasional.

Related Post
Lebih dari Baris-Berbaris: Kontribusi Nyata di Pelosok Negeri
Visi Riza terhadap Menwa tidak berhenti pada disiplin militer semata. Ia menekankan bahwa Menwa harus hadir di tengah masyarakat, menjadi garda terdepan dalam mendampingi dan mendukung program-program pemerintah dari pusat hingga pelosok desa. Kontribusi mereka diharapkan berdampak langsung pada kehidupan sosial kemasyarakatan dan pembangunan. Anggota Menwa juga diingatkan untuk senantiasa setia terhadap kepentingan besar negara dan mampu melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan baik. Tujuannya adalah melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berwawasan luas, kreatif, mandiri, berjiwa patriotik, dan siap berkontribusi pada kemajuan bangsa. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, yang menegaskan bahwa pertahanan negara adalah tanggung jawab seluruh warga, termasuk kaum intelektual di kampus.
Visi Rektor Undana: Menwa Adaptif, Agen Perubahan Berintegritas
Secara terpisah, Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale, menyampaikan harapan besar kepada jajaran Menwa Mahadana. Ia menginginkan Menwa untuk selalu adaptif terhadap setiap perubahan dan dinamika zaman, serta menjadi agen perubahan yang positif dalam pembangunan bangsa. "Menwa harus mampu menjaga keseimbangan peran, di mana tugas utama adalah menuntut ilmu, menyelesaikan studi tepat waktu, dan menghasilkan karya akademik yang bermutu serta punya dampak nyata bagi masyarakat," ujar Prof. Jefri.
Ia juga menekankan empat harapan krusial lainnya:
- Menjadi kader penggerak perubahan, menggunakan jiwa korsa untuk membangun kolaborasi dan komitmen bagi masa depan yang lebih baik.
- Meningkatkan sinergitas dalam membangun bangsa, dengan harapan Menwa terus hadir hingga di pelosok-pelosok desa dan berkontribusi aktif dalam pembangunan.
- Melestarikan nilai-nilai luhur, serta menjaga nama baik korps Menwa di manapun mereka berada.
Dengan visi yang jelas dari pimpinan nasional dan dukungan penuh dari institusi pendidikan, Menwa diharapkan dapat kembali menjadi pilar penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh secara mental, disiplin, kokoh dalam komitmen kebangsaan, dan siap berkontribusi nyata bagi kemajuan dan pertahanan Indonesia.










Tinggalkan komentar