lenterapos.com – Spanyol kini tengah berjuang melawan amukan si jago merah yang melahap ribuan hektare lahan hutan, memaksa lebih dari seribu penduduk meninggalkan rumah mereka. Situasi ini semakin genting menjelang fenomena gerhana matahari total yang diperkirakan akan menarik jutaan orang ke area pedesaan, meningkatkan risiko kebakaran baru yang bisa berujung pada bencana lebih besar.
Gelombang api yang tak terkendali ini menyebar di dua provinsi utama. Di wilayah timur Provinsi Castellon, sekitar 900 warga dari kota Cati harus dievakuasi. Petugas pemadam kebakaran berjibaku keras mengendalikan kobaran api dekat Tirig yang telah menghancurkan setidaknya 684 hektare lahan. Kekhawatiran serius muncul karena sisi utara api bergerak menuju Cati, di mana terdapat lebih dari 60 peternakan hewan yang terancam. Kebakaran ini diduga dipicu oleh sambaran petir tanpa hujan yang melanda wilayah tersebut beberapa hari sebelumnya.

Sementara itu, di selatan Provinsi Huelva, kebakaran hutan lain yang bermula sejak Kamis lalu telah memaksa 467 jiwa mengungsi. Api di sana telah melahap area seluas sekitar 8.000 hektare, sebuah skala yang jauh lebih besar. Sebagian besar warga yang terdampak berasal dari Berroccal, sebuah kota yang memiliki sejarah kelam dengan kebakaran hutan dahsyat pada tahun 2004, di mana 34.000 hektare lahan hangus.

Related Post
Ancaman kebakaran ini datang di saat yang paling tidak tepat. Otoritas di seluruh Spanyol telah menaikkan status siaga menjelang gerhana matahari total yang langka. Jutaan warga diperkirakan akan berbondong-bondong menuju daerah pedesaan, pegunungan, dan lokasi pengamatan khusus untuk menyaksikan peristiwa alam tersebut. Badan cuaca nasional AEMET memperingatkan bahwa sebagian besar wilayah Spanyol akan menghadapi risiko kebakaran hutan yang sangat tinggi atau ekstrem pada hari itu.
Kekhawatiran utama adalah lonjakan pengunjung ke kawasan hutan yang kering kerontang dapat memicu titik api baru atau menghambat akses layanan darurat saat dibutuhkan. Menteri Transisi Ekologi, Sara Aagesen, pekan lalu menegaskan bahwa vegetasi yang sangat kering, ditambah percikan api kecil atau tindakan ceroboh, dapat memicu kebakaran hutan dengan dampak yang menghancurkan bagi masyarakat, ekosistem, dan warisan alam. Risiko ini mencakup puntung rokok yang dibuang sembarangan, aktivitas barbeku, hingga kemacetan lalu lintas yang menghalangi jalur evakuasi dan pemadaman.
Sebagai respons, beberapa acara pengamatan gerhana di berbagai penjuru negeri telah dibatalkan. Otoritas setempat juga mengambil langkah drastis dengan menutup akses ke lebih dari 100 kawasan alam yang rentan. Kondisi cuaca panas ekstrem yang berkepanjangan telah memperburuk ancaman kebakaran ini. AEMET melaporkan bahwa Juli tahun ini menyamai rekor Juli 2022 sebagai bulan terpanas di daratan utama Spanyol sejak pencatatan nasional dimulai pada 1961, dengan suhu rata-rata mencapai 25,7 derajat Celsius, 2,6 derajat Celsius di atas rata-rata normal.








Tinggalkan komentar