DKI Jamin Pangan Aman? Ada Rahasia di Baliknya!

DKI Jamin Pangan Aman? Ada Rahasia di Baliknya!

Lentera Pos- Di tengah euforia persiapan menyambut Imlek, Ramadhan, hingga Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan. Meskipun stok dilaporkan aman, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama. Sekretaris Daerah (Sekda) Jakarta, Uus Kuswanto, mengungkapkan bahwa Pemprov DKI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta secara intensif menggelar berbagai kegiatan, termasuk pemantauan rutin terhadap ketersediaan dan fluktuasi harga komoditas esensial.

Salah satu sorotan utama dalam pemantauan ini adalah ketersediaan dan harga Elpiji (LPG) 3 kilogram. Uus Kuswanto secara tegas menyatakan bahwa pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan pasokan gas bersubsidi ini tetap stabil. Mengingat perannya yang vital bagi rumah tangga berpenghasilan menengah ke bawah dan menjadi tulang punggung operasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), stabilitas LPG 3 kilogram menjadi indikator penting dalam menjaga daya beli masyarakat di Ibu Kota.

DKI Jamin Pangan Aman? Ada Rahasia di Baliknya!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Kolaborasi erat antara Pemprov DKI dan TPID tidak hanya terbatas pada pemantauan harga dan stok. Mereka juga aktif menyalurkan subsidi pangan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan, menggalakkan kampanye ‘bijak belanja’ untuk mencegah ‘panic buying’ yang dapat memicu kelangkaan artifisial, serta mendorong inisiatif ‘urban farming’ sebagai upaya jangka panjang untuk kemandirian pangan lokal. Ini adalah bagian dari strategi komprehensif yang dirancang untuk meredam gejolak inflasi dan memastikan setiap warga Jakarta memiliki akses terhadap pangan yang layak.

COLLABMEDIANET

Transparansi informasi juga menjadi kunci. Masyarakat Ibu Kota dapat mengakses data terkini mengenai ketersediaan dan harga pangan melalui aplikasi JAKI, sebuah platform digital yang memudahkan warga untuk mendapatkan informasi akurat dan terpercaya. Lebih jauh lagi, Pemprov DKI memperkuat jaringan pasokan melalui kerja sama antar daerah dan skema Business-to-Business (B2B) yang difasilitasi oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan, memastikan rantai distribusi berjalan lancar dan efisien. Langkah-langkah proaktif ini menunjukkan bahwa bagi DKI Jakarta, keamanan pangan bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan sebuah ekosistem dinamis yang memerlukan perhatian berkelanjutan dan strategi adaptif. Meskipun stok saat ini terjamin, pengalaman masa lalu mengajarkan pentingnya antisipasi terhadap dinamika pasar dan perilaku konsumen yang tak terduga.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar