Misi Damai Rahasia: AS, Rusia, Ukraina Bertemu Lagi!

Misi Damai Rahasia: AS, Rusia, Ukraina Bertemu Lagi!

Lentera Pos- Ketegangan geopolitik di Eropa Timur kembali menjadi sorotan dunia saat Amerika Serikat, Rusia, dan Ukraina dijadwalkan untuk menggelar putaran perundingan trilateral lanjutan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada hari Rabu ini. Pertemuan tingkat tinggi ini, yang diumumkan oleh Gedung Putih pada Selasa, menandai upaya berkelanjutan untuk mencari terobosan dalam konflik yang telah berkecamuk.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, akan memimpin delegasi Amerika. Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, kepada LenteraPos.com, menyatakan bahwa kehadiran mereka di Abu Dhabi besok merupakan kelanjutan dari dialog penting yang berpotensi mengubah arah konflik.

Misi Damai Rahasia: AS, Rusia, Ukraina Bertemu Lagi!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Leavitt menekankan bahwa putaran pembicaraan sebelumnya pada akhir Januari bersifat "historis," mengklaim bahwa ketiga negara ini belum pernah "benar-benar dapat duduk bersama di meja perundingan untuk memajukan perdamaian." Ia menambahkan, "Utusan khusus, Jared Kushner, serta Presiden Donald Trump telah mewujudkan sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil terkait perdamaian di Timur Tengah, dan saya tahu mereka berupaya melakukan hal yang sama terkait perang Rusia-Ukraina." Pernyataan ini mengisyaratkan ambisi besar di balik diplomasi rahasia ini, meniru model yang diklaim berhasil di kawasan lain.

COLLABMEDIANET

Pertemuan trilateral sebelumnya, yang berlangsung intensif selama lebih dari tiga jam pada 24 Januari lalu di lokasi yang sama, menunjukkan keseriusan para pihak. Delegasi AS kala itu diperkuat oleh Witkoff, Kushner, Josh Gruenbaum, serta kehadiran signifikan dari Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll dan Jenderal Alexus Grynkewich, Komandan Komando Eropa AS. Komposisi delegasi ini bukan sekadar diplomat biasa, melainkan figur-figur dengan akses langsung ke pusat kekuasaan dan intelijen, mengindikasikan bahwa diskusi yang terjadi jauh melampaui formalitas biasa.

Dari pihak Ukraina, Kepala Staf Presiden Volodymyr Zelenskyy, Kyrylo Budanov, Penasihat Keamanan Nasional Rustem Umerov, dan Kepala Staf Militer Jenderal Andrii Hnatov, bersama penasihat Sergiy Kyslytsya dan Davyd Arakhamia, menunjukkan representasi tingkat tertinggi dari Kyiv. Sementara itu, kehadiran Laksamana Igor Kostyukov, kepala intelijen militer Rusia, sebagai pemimpin tim Rusia, semakin menggarisbawahi bahwa pembicaraan ini bukan sekadar formalitas, melainkan melibatkan saluran komunikasi strategis yang sangat sensitif dan mungkin membahas aspek-aspek di luar jangkauan diplomasi publik.

Pertemuan-pertemuan ini, yang seringkali berlangsung di balik layar dan melibatkan tokoh-tokoh kunci dari militer dan intelijen, mengindikasikan adanya upaya serius dan mungkin non-konvensional untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan. Apakah pendekatan "mustahil" yang berhasil di Timur Tengah akan mampu direplikasi untuk mengakhiri konflik di Ukraina? Dunia menanti dengan napas tertahan, berharap diplomasi rahasia ini dapat membuka babak baru menuju perdamaian yang selama ini sulit dijangkau.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar