Lentera Pos- Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu dalam upaya evakuasi korban reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk pada Jumat (3/10). Hingga Jumat sore, operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) telah berhasil mengevakuasi total 10 korban meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan bahwa timnya telah mengevakuasi lima orang pada hari Jumat. Sebelumnya, sebanyak 103 santri telah ditemukan selamat dari reruntuhan bangunan.

Saat ini, diperkirakan masih ada 53 santri yang terjebak di bawah puing-puing bangunan ponpes. Korban luka-luka akibat insiden tragis ini telah dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan di sekitar lokasi kejadian untuk mendapatkan perawatan intensif.

Related Post
Proses pencarian korban dilakukan dengan dua strategi utama. Di bagian depan gedung, tim SAR menggunakan alat berat untuk mempercepat proses evakuasi. Sementara itu, di sisi belakang gedung, evakuasi dilakukan secara manual dengan lebih hati-hati untuk menghindari risiko cedera lebih lanjut bagi korban yang mungkin masih hidup.
Fokus Evakuasi: Prioritas utama adalah menemukan dan menyelamatkan para santri yang masih terjebak di bawah reruntuhan.
Tantangan di Lapangan: Kompleksitas reruntuhan dan kondisi bangunan yang tidak stabil menjadi tantangan utama bagi tim SAR.
Harapan di Tengah Duka: Keluarga korban dan masyarakat luas terus memanjatkan doa agar seluruh korban dapat segera ditemukan, baik dalam keadaan selamat maupun tidak.
Solidaritas Kemanusiaan: Berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat sipil, bahu-membahu memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban dan keluarga mereka.










Tinggalkan komentar