Target Emas Indonesia APG 2026 Terancam Cabor Andalan Hilang

Target Emas Indonesia APG 2026 Terancam Cabor Andalan Hilang

lenterapos.com – Guncangan melanda persiapan kontingen Indonesia menuju Asian Para Games (APG) Aichi-Nagoya 2026. Target medali emas Merah Putih kini berada dalam sorotan tajam menyusul keputusan krusial: cabang olahraga para-catur, yang selama ini menjadi lumbung emas utama Indonesia, tidak akan dipertandingkan. Sekretaris Jenderal National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Ukun Rukaendi, mengungkapkan bahwa situasi ini memaksa tim untuk menghitung ulang proyeksi ambisi mereka di ajang olahraga disabilitas terbesar Asia tersebut.

Pada APG Hangzhou 2022 lalu, para-catur menjadi pahlawan tak terduga dengan menyumbangkan 10 medali emas, 7 perak, dan 8 perunggu. Angka fantastis ini berarti lebih dari sepertiga total perolehan emas Indonesia berasal dari satu cabang saja. Kehilangan pilar sekuat ini tentu menciptakan lubang besar yang harus segera diisi. Ukun mengakui, absennya catur secara signifikan memengaruhi pemetaan kekuatan dan potensi raihan medali di Aichi-Nagoya, Jepang. Proses kalkulasi mendalam masih terus berlangsung untuk setiap cabang olahraga yang akan diikuti.

Target Emas Indonesia APG 2026 Terancam Cabor Andalan Hilang
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Meskipun demikian, NPC Indonesia tidak menyerah. Mereka tetap berambisi untuk setidaknya mengulang pencapaian gemilang di Hangzhou, di mana Indonesia berhasil menduduki peringkat keenam klasemen akhir dengan koleksi 29 emas, 30 perak, dan 36 perunggu. Ukun menegaskan, optimisme tetap membara. Indonesia masih memiliki sejumlah cabang unggulan lain serta deretan atlet muda berbakat yang siap unjuk gigi dan membawa pulang kebanggaan bagi bangsa. Potensi dari atlet-atlet baru diharapkan mampu menutup celah yang ditinggalkan para-catur.

COLLABMEDIANET

Kunci kepercayaan diri ini semakin menguat dengan hadirnya Paralympic Training Center di Karanganyar, Jawa Tengah. Fasilitas pelatihan terpadu berstandar internasional ini berdiri megah di lahan seluas lebih dari 80 ribu meter persegi, dilengkapi asrama berkapasitas 392 atlet. Berbagai arena latihan modern tersedia, mulai dari bulu tangkis, boccia, menembak, tenis meja, angkat berat, judo tunanetra, kolam renang, hingga lapangan sepak bola dan lintasan atletik berstandar global. Keberadaan pusat pelatihan ini, menurut Ukun, menjadi fondasi kuat bagi peningkatan performa atlet secara menyeluruh.

Saat ini, komposisi final kontingen Indonesia masih belum rampung. Sejumlah atlet dari berbagai cabang olahraga masih berjuang di kejuaraan internasional untuk mengumpulkan poin kualifikasi demi mengamankan tempat di Aichi-Nagoya. Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 24 Oktober di Jepang, mempertandingkan total 18 cabang olahraga. Tantangan memang menghadang, namun semangat juang Merah Putih tak akan padam dalam meraih prestasi terbaik.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar