lenterapos.com – Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mencuri perhatian publik setelah membukukan capaian investasi yang fantastis pada triwulan kedua tahun 2026. Angka realisasi yang menembus Rp931,7 miliar ini bukan sekadar deretan angka melainkan sebuah sinyal kuat bahwa Sleman adalah magnet baru bagi para pemodal. Lebih dari itu lonjakan investasi ini juga membuka harapan baru dengan tersedianya 2.448 lapangan kerja segar bagi masyarakat.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP Kabupaten Sleman Triana Wahyuningsih dengan bangga menyatakan bahwa kinerja positif ini adalah bukti nyata kepercayaan investor yang tetap kokoh terhadap prospek ekonomi daerah. Di tengah badai ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik dunia Sleman justru mampu mempertahankan daya tariknya. Ini menunjukkan fondasi ekonomi lokal yang kuat dan iklim investasi yang sangat kondusif.

Data dari DPMPTSP Sleman merinci bahwa total investasi Rp931,7 miliar tersebut didorong oleh 2.449 proyek yang beragam. Kontribusi terbesar datang dari Penanaman Modal Dalam Negeri PMDN yang mencapai Rp806 miliar. Sementara itu Penanaman Modal Asing PMA turut menyumbang angka signifikan sebesar Rp125,7 miliar menunjukkan bahwa daya pikat Sleman tidak hanya diakui oleh investor domestik tetapi juga internasional.

Related Post
Beberapa sektor menjadi primadona dalam menarik kucuran dana segar ini. Sektor listrik gas dan air memimpin dengan nilai investasi mencapai Rp318,43 miliar. Posisi berikutnya ditempati oleh transportasi gudang dan telekomunikasi yang menyumbang Rp267,28 miliar. Tidak ketinggalan sektor perdagangan dan reparasi dengan Rp159,24 miliar jasa lainnya Rp87,69 miliar serta hotel dan restoran Rp27,34 miliar. Dominasi sektor-sektor ini menggambarkan pesatnya pembangunan infrastruktur layanan publik dan aktivitas ekonomi yang menjadi tulang punggung pertumbuhan investasi di Sleman.
Dari kacamata investasi asing Singapura masih memimpin daftar negara investor terbesar pada triwulan kedua 2026 dengan nilai fantastis Rp120,03 miliar. Di belakangnya menyusul Republik Rakyat Tiongkok Rp1,22 miliar Amerika Serikat Rp1,15 miliar Korea Selatan Rp652,54 juta dan Jerman Rp614,86 juta. Kehadiran investor dari berbagai negara ini menggarisbawahi reputasi Sleman sebagai tujuan investasi yang menjanjikan di kancah global.
Triana Wahyuningsih menegaskan bahwa stabilitas daerah potensi ekonomi yang terus menggeliat serta kemudahan dalam berusaha adalah tiga pilar utama yang menopang keberlanjutan investasi di Kabupaten Sleman. Ke depan Pemerintah Kabupaten Sleman bertekad untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ini. Berbagai langkah strategis akan diambil termasuk memangkas birokrasi perizinan berusaha memperkuat ekosistem investasi yang kondusif serta memaksimalkan kualitas pelayanan kepada para investor. Harapannya langkah-langkah ini akan semakin meningkatkan daya saing Sleman sebagai destinasi investasi unggulan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan serta membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat.








Tinggalkan komentar