Skandal Narkoba Guncang Pemkot Medan!

Skandal Narkoba Guncang Pemkot Medan!

Lentera Pos- Geger! Empat pejabat Pemkot Medan, termasuk dua camat dan dua lurah, terkonfirmasi positif narkoba berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara. Informasi mengejutkan ini terungkap setelah Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, beserta jajarannya mengikuti senam pagi di rumah dinas. Penemuan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai integritas dan pengawasan internal di pemerintahan kota.

Kepala BNN Sumut, Brigjen Toga Habinsaran Panjaitan, memaparkan detail hasil tes tersebut. Camat Medan Barat, HS, terdeteksi pernah mengonsumsi ekstasi pada 2013 dan telah menjalani rehabilitasi. Namun, HS diduga masih mengonsumsi obat penenang. Sementara Camat Medan Johor, AF, terkonfirmasi menggunakan Alprazolam, sejenis psikotropika golongan 4. Kasus ini lebih mengkhawatirkan mengingat AF dikategorikan sebagai pengguna sedang.

Skandal Narkoba Guncang Pemkot Medan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Situasi semakin memprihatinkan dengan terungkapnya kasus dua lurah yang positif narkoba. Lurah Gaharu, HSS, dinyatakan mengalami ketergantungan sabu (metamfetamin) tingkat sedang. Sementara Lurah Petisah Hulu, EEL, terbukti menggunakan ganja, meskipun hanya sekali. Fakta ini menunjukkan adanya permasalahan serius yang perlu ditangani secara menyeluruh. BNN Sumut mengungkapkan adanya oknum yang telah mengonsumsi narkoba selama bertahun-tahun.

COLLABMEDIANET

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan akan menonaktifkan sementara para pejabat yang terbukti positif narkoba. Mereka yang terbukti kecanduan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Inspektorat. BNN Sumut juga berencana mendalami asal-usul narkoba yang dikonsumsi para pejabat tersebut dan akan meminta persetujuan keluarga untuk rehabilitasi. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkot Medan untuk menindak tegas kasus ini, namun juga menekankan perlunya program pencegahan dan rehabilitasi yang lebih komprehensif. Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi citra pemerintahan dan membuka peluang untuk evaluasi menyeluruh sistem pengawasan internal. Pertanyaan besar kini muncul: seberapa dalam akar masalah ini dan apa langkah konkret yang akan diambil untuk mencegah terulangnya skandal serupa?

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar