lenterapos.com – Teheran mengisyaratkan satu-satunya jalan keluar dari pusaran konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan dialog bermartabat menjadi kunci utama bagi Washington untuk meredakan ketegangan yang kian memanas
Araghchi secara tegas menyatakan Washington harus memahami bahwa tidak ada alternatif lain selain menjalin komunikasi yang dilandasi rasa hormat terhadap rakyat Iran serta mencari solusi yang berakar pada prinsip keadilan dan kehormatan nasional Pernyataan ini disampaikan Araghchi seperti dikutip kantor berita Jamaran pada Minggu

Bagi Araghchi strategi perang ekonomi yang digulirkan oleh Presiden AS Donald Trump tidak lebih dari sebuah skenario berulang yang jelas mengindikasikan keputusasaan Washington dalam menghadapi Teheran Ia melihat langkah-langkah ekonomi ini sebagai upaya terakhir yang tidak akan membuahkan hasil signifikan tanpa adanya pendekatan yang lebih konstruktif

Related Post
Sebelumnya Presiden AS Donald Trump memang telah mengumumkan dimulainya operasi ekonomi berskala besar terhadap Iran Sebuah langkah yang ia sebut sebagai isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya Trump bahkan secara terbuka mengajak negara-negara sekutu untuk turut serta dalam tekanan ekonomi ini dengan harapan dapat memaksa Teheran tunduk pada tuntutan Washington
Pusaran konflik ini semakin dalam pada bulan Maret ketika AS dan Israel kembali menyerang sasaran vital di ladang gas South Pars serta kawasan industri strategis Assaluyeh di Iran bagian selatan Serangan-serangan ini semakin memperkeruh suasana dan memperlebar jurang ketidakpercayaan antara kedua negara
Ketegangan antara AS dan Iran bukanlah hal baru Konflik ini mulai memanas sejak 28 Februari ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran Sebuah provokasi yang segera dibalas oleh Teheran dengan serangan serupa terhadap pihak lawan Eskalasi ini menandai dimulainya babak baru dalam hubungan kedua negara yang memang sudah tegang
Meskipun sempat ada secercah harapan pada pertengahan Juni lalu saat Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan namun kesepakatan itu tidak bertahan lama Kedua belah pihak kembali saling melancarkan serangan dalam waktu singkat menunjukkan rapuhnya upaya perdamaian
Hingga kini konflik tersebut belum menemukan titik terang Meski demikian kedua negara tidak sedang dalam kondisi perang terbuka secara langsung Amerika Serikat memilih untuk terus mengandalkan tekanan ekonomi sebagai instrumen utama untuk mempengaruhi kebijakan Iran sebuah strategi yang menurut Teheran hanya akan memperpanjang kebuntuan








Tinggalkan komentar