Lentera Pos- Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, memberikan pernyataan yang terbilang diplomatis terkait bursa calon Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai berlambang banteng moncong putih itu. Dalam wawancara di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Minggu (1/6), Djarot menegaskan bahwa pemilihan Sekjen sepenuhnya menjadi hak prerogatif Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Kongres mendatang, menurutnya, hanya akan menentukan Ketua Umum, dan kewenangan menyusun kepengurusan, termasuk Sekjen, berada di tangan Ketua Umum terpilih.
Pernyataan ini muncul di tengah spekulasi mengenai nasib Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP yang saat ini tengah menghadapi proses hukum terkait kasus dugaan suap dan perintangan penyidikan Harun Masiku. Meskipun demikian, Djarot enggan berkomentar lebih lanjut mengenai peluang Hasto untuk kembali menduduki posisi Sekjen. Ia hanya menyatakan bahwa saat ini, Hasto masih menjabat sebagai Sekjen.

Lebih lanjut, Djarot menjelaskan bahwa PDI Perjuangan saat ini tengah fokus pada agenda internal partai. Salah satu fokus utama adalah pembekalan bagi pimpinan DPRD PDIP yang belum mendapatkannya. Hal ini, menurutnya, penting untuk memastikan sinergi program antara pemerintah daerah dan legislatif. Dengan demikian, fokus pada urusan internal partai ini seolah mengaburkan sementara perbincangan mengenai calon Sekjen.

Related Post
Namun, pernyataan Djarot yang terkesan menghindar justru memicu pertanyaan baru. Apakah pernyataan ini merupakan strategi untuk menjaga stabilitas internal partai menjelang kongres? Atau adakah kandidat lain yang lebih kuat dari Hasto, sehingga PDI Perjuangan memilih untuk tidak membuka terlalu lebar peluang bagi spekulasi? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menjadi misteri yang akan terjawab pada saat kongres berlangsung. Yang jelas, pertarungan perebutan kursi Sekjen PDI Perjuangan tampaknya akan jauh lebih menarik dari yang diperkirakan.









Tinggalkan komentar