Lentera Pos- Kabar baik menyelimuti kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang kini menunjukkan pemulihan signifikan setelah menjadi korban penyiraman air keras. Ia tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, sementara di sisi lain, penyelidikan kasus ini semakin mendalam dengan penahanan empat personel TNI yang diduga terlibat.
Jane Rosalina, Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, tidak dapat menyembunyikan kelegaan atas perkembangan ini. "Kami bersyukur Andrie telah menunjukkan perbaikan signifikan dan mendapatkan penanganan medis yang sangat prima dari tim dokter serta pihak rumah sakit," ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, menggarisbawahi dedikasi para tenaga kesehatan.

Sebelumnya, berdasarkan rilis resmi RSCM pada Senin (16/3), Andrie didiagnosa mengalami luka bakar sekitar 24 persen saat pertama kali tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, tim medis kemudian mengoreksi angka tersebut menjadi sekitar 20 persen pada area tubuh, disertai trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan 3, yang sempat menyebabkan penurunan penglihatan dan kerusakan kornea di awal kejadian.

Related Post
Berkat serangkaian tindakan medis yang cermat, termasuk pembersihan jaringan rusak pada mata kanan dan transplantasi membran amnion (TMA) guna melindungi permukaan mata, kondisi penglihatan Andrie berangsur membaik. Tak hanya itu, pada Selasa (17/3), ia juga telah menjalani prosedur medis lanjutan untuk mengangkat jaringan kulit mati dan penanganan dini luka bakar, dengan prioritas utama pada bagian wajah, termasuk prosedur tanam kulit. Meskipun demikian, area leher, dada, dan lengan kanan masih memiliki luka yang cukup dalam, mengindikasikan bahwa tindakan operasi lanjutan kemungkinan akan diperlukan lebih dari satu kali.
Saat ini, Andrie dirawat di unit perawatan intensif tingkat tinggi (HCU) RSCM, di bawah pengawasan ketat tim medis multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis mata, dokter bedah plastik, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan. KontraS menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petugas medis dan menghormati sepenuhnya proses penanganan yang berjalan. Demi keamanan dan hak Andrie atas pelayanan kesehatan yang lebih bermutu serta perlindungan sesuai undang-undang, Jane Rosalina juga menegaskan larangan kunjungan dari pihak mana pun.
Di tengah kabar pemulihan Andrie, sorotan publik tertuju pada perkembangan investigasi. Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI telah menahan empat personel militer yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ini. Identitas keempat personel yang kini mendekam di Puspom TNI tersebut diketahui berasal dari Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis (Denma BAIS) TNI, menambah lapisan kompleksitas pada kasus ini. Mereka berinisial NDP, SL, BWH, dan ES.
Komandan Puspom TNI Mayor Jenderal TNI Yusri Nuryanto menyatakan bahwa keempat tersangka kini diamankan untuk pendalaman lebih lanjut ke tingkat penyidikan. Namun, motif di balik serangan brutal ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan, memicu banyak pertanyaan di benak publik. KontraS menyerukan solidaritas dan doa dari seluruh elemen masyarakat untuk kesembuhan dan pemulihan Andrie, sembari menantikan kejelasan penuh dari proses hukum yang sedang berjalan, yang diharapkan dapat mengungkap tuntas dalang di balik insiden tragis ini. Informasi perkembangan selanjutnya akan disampaikan secara resmi melalui Humas RSCM.



Tinggalkan komentar