Lentera Pos- Sebuah gebrakan signifikan di sektor perbankan negara siap diluncurkan. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto berencana melakukan perombakan besar-besaran pada jajaran direksi Bank Himpunan Milik Negara (Himbara). Langkah ini, menurut Sjafrie, adalah bagian integral dari strategi pemerintah untuk memperkuat fondasi kedaulatan ekonomi Indonesia, memastikan lembaga keuangan negara berfungsi optimal bagi kepentingan nasional dan bukan segelintir pihak.
Sjafrie menyoroti pola penyaluran kredit Himbara yang selama ini cenderung lebih menguntungkan korporasi besar ketimbang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). "Bank Himbara itu lebih menguntungkan pengusaha besar daripada pengusaha kecil untuk dikasih kredit," tegasnya saat berinteraksi dengan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam sebuah retret di Pusat Kompetensi Bela Negara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM Pertahanan), Cibodas, Rumpiang, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/26). Kondisi ini, lanjutnya, turut berkontribusi pada minimnya kontribusi keuntungan yang disetor BUMN, termasuk bank-bank negara, kepada kas negara. Ia mengindikasikan bahwa kinerja direksi yang kurang maksimal, bahkan disinyalir cenderung mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok, menjadi akar permasalahan yang menggerogoti potensi ekonomi bangsa.

Menyikapi situasi tersebut, Presiden Prabowo, melalui Sjafrie, menegaskan komitmen untuk mengganti seluruh direksi Himbara yang dinilai merugikan negara. Proses seleksi direksi baru akan sangat ketat, tidak hanya mempertimbangkan kapabilitas intelektual dan rekam jejak praktis yang mumpuni, tetapi juga integritas moral dan kecintaan pada tanah air yang tak tergoyahkan. "Kita ganti dengan mereka yang mempunyai kemampuan intelektual, kemampuan praktisi tapi dia cinta tanah air," papar Sjafrie. Ia secara eksplisit menyatakan bahwa era "direksi lama yang sudah bercokol" akan berakhir, membuka jalan bagi figur-figur baru yang lebih segar dan berorientasi pada kemajuan negara.

Related Post
Dalam sesi jumpa pers terpisah, Sjafrie kembali menekankan visi pemerintah untuk mencari "generasi-generasi muda yang militan, kapabel, dan kredibel." Mereka diharapkan mampu mengemban amanah dan tanggung jawab besar dalam "mengendalikan perahu perjuangan ekonomi kita," membawa BUMN, khususnya Himbara, ke arah yang lebih produktif, efisien, dan berpihak pada rakyat banyak.
Meski demikian, detail mengenai skema seleksi yang dimaksud, termasuk kriteria spesifik dan lini masa implementasinya, masih menjadi tanda tanya besar yang dinanti publik. Bagaimana pemerintah akan memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam proses ini? Dan siapa saja figur-figur baru yang akan memimpin transformasi perbankan negara ini? Ini menjadi indikator awal dari gelombang reformasi ekonomi yang lebih luas di bawah kepemimpinan baru, menjanjikan perubahan fundamental dalam cara BUMN beroperasi demi kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia.









Tinggalkan komentar