Terungkap! Gibran: Guru & Ortu Wajib Melek AI, Ini Alasannya!

Lentera Pos- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menyuarakan urgensi adaptasi terhadap kemajuan teknologi, khususnya Kecerdasan Buatan (AI). Dalam kunjungannya ke Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, Gibran secara tegas meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk para guru dan orang tua, untuk tidak tertinggal dalam menguasai AI demi menghadapi era transformasi digital yang tak terhindarkan. Pesan ini bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah penekanan terhadap fondasi kemajuan bangsa di masa depan.

1000021513
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Penegasan ini disampaikan Wapres saat meninjau Workshop AI Ready ASEAN bertajuk "Empowering Students for the Future: AI Literacy for a Digital ASEAN." Ia menekankan bahwa inisiatif pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat penguasaan sains dan teknologi, termasuk AI, adalah fondasi vital bagi kemajuan bangsa. Gibran mengingatkan, adaptasi teknologi bukanlah monopoli generasi muda. "Orang tua murid, guru-guru juga jangan sampai ketinggalan. Jangan malu untuk meng-upgrade diri," ujarnya, menyerukan agar tenaga pendidik dan orang tua senantiasa meningkatkan kapasitas diri demi membimbing anak-anak secara optimal di tengah akselerasi era digital.

COLLABMEDIANET

Menguasai AI memang akan membuka gerbang informasi dan pengetahuan yang tak terbatas, menawarkan kemudahan akses yang belum pernah ada sebelumnya. Namun, Gibran memberikan catatan penting yang patut digarisbawahi: kemudahan akses ini harus diimbangi dengan penguatan kemampuan berpikir kritis dan komputasional. "Critical thinking tetap harus dinomersatukan, berpikir komputasional juga harus dinomersatukan," tegasnya. Ini bukan sekadar tentang menggunakan alat, melainkan tentang bagaimana manusia tetap menjadi pengendali utama dalam menyaring, menganalisis, dan memanfaatkan informasi secara bijak di tengah banjir data. Sebuah pemahaman mendalam tentang cara kerja AI, bukan hanya cara menggunakannya, akan menjadi pembeda krusial.

Wapres lebih lanjut menggarisbawahi bahwa kemajuan teknologi, termasuk AI, adalah keniscayaan yang tak dapat dihindari. Kehadirannya harus dipandang sebagai instrumen strategis yang mendukung berbagai sektor kehidupan, mulai dari pendidikan, ekonomi, hingga pelayanan publik. Oleh karena itu, pemanfaatan AI wajib dilakukan secara bijak, beretika, dan sesuai fungsinya. Integrasi AI yang bertanggung jawab akan menjadi kunci keberhasilan implementasinya di berbagai lini.

Adaptasi yang tepat dari guru dan orang tua menjadi krusial untuk memastikan generasi muda tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, serta kedewasaan dalam memanfaatkan teknologi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membentuk karakter digital yang kuat, yang mampu membedakan antara informasi yang valid dan disinformasi, serta menggunakan kekuatan AI untuk kebaikan bersama.

Menutup arahannya, Gibran kembali menitipkan pesan penting kepada para pendidik. "Sekali lagi ya saya titip, ibu guru, bapak guru ini tidak boleh ketinggalan. Dan jangan malu untuk me-upgrade diri," pungkasnya, menegaskan kembali pentingnya semangat belajar seumur hidup di era digital ini. Era ini menuntut kita semua untuk terus beradaptasi, bukan hanya demi diri sendiri, tetapi juga demi masa depan generasi penerus bangsa.


Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar