Tragedi Laut Merah 139 Migran Tewas

Tragedi Laut Merah 139 Migran Tewas

lenterapos.com – Sebuah tragedi kemanusiaan yang memilukan kembali terjadi di perairan Djibouti. Sebuah kapal yang membawa ratusan migran dilaporkan terbalik saat menyeberangi jalur laut yang berbahaya, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dalam jumlah besar. Berdasarkan laporan terbaru dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), sebanyak 139 orang dinyatakan tewas dalam insiden maut tersebut, sementara 84 orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Peristiwa tragis ini terjadi di lepas pantai Djibouti saat kapal tersebut sedang menempuh perjalanan menuju Yaman. Berdasarkan catatan waktu kejadian, kapal tersebut terbalik pada malam hari antara Kamis (8/10) hingga Jumat (9/10). Hingga saat ini, tim dari IOM bersama otoritas setempat masih terus berupaya melakukan berbagai langkah darurat di lokasi kejadian untuk membantu para penyintas dan mencari korban yang belum ditemukan.

Tragedi Laut Merah 139 Migran Tewas
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Kepala misi IOM di Djibouti, Alexandre Coissac, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah ini. Ia menyebutkan bahwa peristiwa ini merupakan kehilangan nyawa yang sangat menyakitkan bagi kemanusiaan. Coissac juga menyampaikan doa bagi para penyintas yang tengah berjuang pulih, serta bagi keluarga korban yang masih menanti kabar mengenai kerabat mereka yang hilang di tengah laut.

COLLABMEDIANET

Lebih lanjut, Coissac menekankan bahwa tragedi ini menjadi pengingat keras mengenai betapa tingginya risiko nyawa yang dipertaruhkan oleh para migran di sepanjang koridor migrasi ini. Banyak dari mereka yang rela mempertaruhkan segalanya demi mencari peluang ekonomi yang lebih baik di luar negeri, namun harus berakhir dengan maut di tengah perjalanan.

Berdasarkan data yang dirilis oleh badan migrasi di bawah naungan PBB tersebut, seluruh penyintas yang berhasil selamat dari kecelakaan ini merupakan warga negara Ethiopia. Tercatat ada lebih dari 80 orang yang berhasil diselamatkan dari maut. Saat ini, otoritas Djibouti tengah fokus memberikan perawatan medis intensif bagi para penyintas serta mengatur proses pemakaman yang layak bagi para korban yang telah meninggal dunia.

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan mematikan di wilayah pesisir Laut Merah. Jalur ini dikenal sebagai salah satu rute migrasi paling berbahaya di dunia. Sebagian besar migran yang melintasi jalur ini berasal dari wilayah Afrika Timur yang sedang mengalami kesulitan ekonomi. Mereka berupaya menyeberang menuju Yaman dengan harapan bisa melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi, sebuah negara di Timur Tengah yang dianggap memiliki prospek ekonomi yang lebih menjanjikan. Namun, kondisi geopolitik di Yaman yang sedang dilanda konflik perang menjadikan rute ini semakin mencekam dan penuh risiko bagi para pencari kehidupan baru.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar