lenterapos.com – Sebuah pertemuan krusial yang menarik perhatian dunia terjadi di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi BRICS di New Delhi India. Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pembicaraan bilateral penting dengan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed. Momen ini menandai babak baru dalam hubungan strategis antara kedua negara yang memiliki sejarah panjang dan penuh dinamika. Diskusi mendalam ini berlangsung setelah sesi utama para kepala negara BRICS pada Sabtu menunjukkan betapa pentingnya agenda bilateral di tengah hiruk pikuk pertemuan multilateral.
Kedatangan pemimpin Rusia di ibu kota India pada Jumat lalu untuk agenda tiga hari KTT BRICS menjadi panggung bagi serangkaian pertemuan strategis. Salah satu yang paling disorot adalah pertemuannya dengan PM Ethiopia. Putin secara tegas menyatakan bahwa Ethiopia bukan sekadar mitra biasa melainkan sekutu lama dan terpercaya Rusia di Benua Afrika. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Moskow untuk memperdalam hubungan yang didasarkan pada prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan sebuah fondasi yang kokoh untuk kerja sama jangka panjang.

Dalam suasana yang hangat dan penuh persahabatan Putin juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ahmed atas perayaan Tahun Baru Ethiopia yang jatuh sehari sebelumnya. Ini menunjukkan perhatian Rusia terhadap budaya dan tradisi mitranya. Lebih dari sekadar basa-basi Putin secara langsung mengundang Perdana Menteri Ahmed untuk menghadiri KTT Rusia-Afrika yang dijadwalkan berlangsung di Moskow pada 28-29 Oktober mendatang. Undangan ini mempertegas keinginan Rusia untuk memperkuat posisinya di Afrika dan menjadikan Ethiopia sebagai salah satu jembatan utama.

Related Post
Dari pihak Ethiopia Perdana Menteri Abiy Ahmed menyambut baik perkembangan positif dalam kerja sama bilateral terutama di sektor perdagangan dan investasi. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas program beasiswa yang diberikan Rusia bagi mahasiswa Ethiopia yang menempuh pendidikan di sana. Ini adalah bukti nyata dari dukungan Rusia dalam pengembangan sumber daya manusia Ethiopia yang krusial bagi masa depan negara tersebut.
Hubungan persahabatan yang telah terjalin lama antara kedua negara bukan sekadar retorika. Kontak politik aktif telah menjadi ciri khas interaksi mereka. Penasihat Presiden Rusia Yuri Ushakov sebelumnya telah mengisyaratkan bahwa pertemuan ini akan sangat menarik dan memiliki makna penting bagi kedua belah pihak. Diskusi tidak hanya terbatas pada isu-isu bilateral tetapi juga merambah ke berbagai persoalan internasional terkini termasuk situasi di Timur Tengah dan isu-isu terkait Iran. Ini menunjukkan bahwa Rusia dan Ethiopia memiliki pandangan yang sejalan dalam banyak isu global dan siap berkolaborasi untuk mencapai stabilitas dan kemakmuran bersama. Pertemuan ini menegaskan kembali peran Ethiopia sebagai pemain kunci di Afrika dan mitra strategis yang tak tergantikan bagi Rusia dalam lanskap geopolitik yang terus berubah.








Tinggalkan komentar