Rusia Batasi BBM Tatneft Gegara Ini

Rusia Batasi BBM Tatneft Gegara Ini

lenterapos.com – Raksasa energi Rusia Tatneft kini menerapkan kebijakan pembatasan sementara penjualan bensin dan solar di seluruh jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum SPBU miliknya. Langkah mengejutkan ini memicu tanda tanya besar di tengah publik dan menjadi sorotan utama media internasional. Informasi pembatasan ini mencuat dari laporan Interfax pada Selasa 16 Juni yang mengutip langsung saluran telepon perusahaan.

Pembatasan yang diberlakukan cukup ketat di sejumlah wilayah. Di kawasan Chelyabinsk misalnya setiap kendaraan penumpang hanya diizinkan membeli bensin maksimal 30 liter. Sementara itu untuk solar kendaraan penumpang dibatasi hingga 60 liter dan truk besar hanya boleh mengisi 300 liter. Kabar mengenai limitasi pasokan bahan bakar ini sebenarnya sudah mulai beredar luas di media lokal sejak 13 Juni termasuk di Republik Tatarstan.

Rusia Batasi BBM Tatneft Gegara Ini
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Menanggapi situasi yang berkembang Kepala Republik Tatarstan Rustam Minnikhanov angkat bicara. Ia mengakui adanya antrean panjang di beberapa SPBU. Minnikhanov menjelaskan bahwa pembatasan sementara ini adalah bagian dari upaya pemeliharaan dan demi meredam potensi kepanikan artifisial serta menjaga stabilitas pasokan. Namun di balik alasan teknis tersebut ada dugaan kuat terkait eskalasi konflik di Ukraina.

COLLABMEDIANET

Pembatasan ini diduga keras merupakan respons langsung terhadap serangkaian serangan pesawat tak berawak Ukraina. Pada 12 Juni Angkatan Pertahanan Ukraina mengklaim telah menargetkan kilang minyak TANECO di Nizhnekamsk Tatarstan yang merupakan bagian integral dari grup Tatneft. Serangan ini menambah panjang daftar fasilitas energi Rusia yang menjadi sasaran drone Ukraina.

Sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan pasukannya telah menyerang setidaknya 15 kilang minyak Rusia antara Januari dan Mei. Zelenskyy bahkan mengklaim hampir 40 persen kapasitas penyulingan minyak utama Rusia tidak beroperasi pada bulan Mei akibat serangan-serangan tersebut. Ia juga menuding Rusia telah memberlakukan pembatasan ekspor bahan bakar penerbangan dan bensin serta tengah mempertimbangkan pembatasan ekspor solar. Hingga kini pihak berwenang Rusia belum memberikan komentar resmi terkait klaim terbaru Zelenskyy mengenai kerusakan industri minyak atau infrastruktur logistik negara tersebut. Situasi ini menunjukkan ketegangan di sektor energi Rusia semakin memanas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar