Obligasi Danantara Laris Manis Dunia Terkejut

Obligasi Danantara Laris Manis Dunia Terkejut

lenterapos.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani membawa kabar gembira bagi perekonomian nasional. Danantara Indonesia berhasil mencatat rekor gemilang dalam penerbitan obligasi globalnya. Antusiasme investor internasional melampaui ekspektasi, dengan Amerika Serikat tampil sebagai pembeli terbesar, sebuah fenomena yang jarang terjadi dalam sejarah penerbitan obligasi Indonesia. Keberhasilan ini mengukuhkan tingginya kepercayaan dunia terhadap stabilitas dan potensi investasi di Tanah Air.

Rosan Roeslani, yang juga menjabat sebagai CEO Danantara, mengungkapkan detail kesuksesan ini dalam keterangannya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan. Perjalanan Danantara menerbitkan obligasi internasional senilai 1,5 miliar dolar AS diawali dengan serangkaian kunjungan ke berbagai negara. Tujuannya adalah memaparkan kebijakan dan strategi investasi yang tengah dijalankan oleh Danantara. Respons yang diterima sungguh luar biasa positif.

Obligasi Danantara Laris Manis Dunia Terkejut
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

"Kami bertemu dengan 122 investor dari berbagai penjuru dunia," ujar Rosan. "Setelah roadshow, kami melakukan proses bookbuilding. Dari target awal 1 miliar dolar yang ingin kami raih, permintaan yang masuk justru mencapai 4,6 miliar dolar." Angka fantastis ini menunjukkan betapa besarnya daya tarik obligasi Danantara di mata investor global. Tingginya minat tersebut mendorong Danantara untuk meningkatkan nilai obligasi yang diterbitkan dari 1 miliar dolar AS menjadi 1,5 miliar dolar AS.

COLLABMEDIANET

Obligasi tersebut terbagi dalam dua tenor, yakni lima tahun dan sepuluh tahun. Obligasi tenor lima tahun menawarkan tingkat imbal hasil 5,35 persen, sementara obligasi tenor sepuluh tahun memberikan imbal hasil 5,95 persen. Rosan menegaskan bahwa ini adalah pencapaian nyata, bukan sekadar janji. "Ini riil, karena pada tanggal 11 kemarin kami sudah menandatangani kesepakatan, dan dana akan masuk ke rekening Danantara pada tanggal 18," jelasnya. Pernyataan ini sekaligus menepis keraguan beberapa pihak yang sempat pesimis terhadap minat investasi ke Indonesia. "Ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia itu memang ada dan sangat tinggi," tambahnya.

Analisis lebih lanjut mengenai sebaran investor menunjukkan pola yang menarik. Untuk obligasi lima tahun, 38 persen pembeli berasal dari Amerika Serikat, 41 persen dari Eropa dan Timur Tengah, serta 21 persen dari Asia. Sementara itu, untuk obligasi sepuluh tahun, dominasi Amerika Serikat semakin kentara dengan 52 persen investor, diikuti 31 persen dari Eropa dan Timur Tengah, serta 17 persen dari Asia.

"Biasanya, penerbitan obligasi dari Indonesia lebih banyak diminati oleh investor dari Asia. Ini adalah pola historisnya," kata Rosan. "Namun, kali ini justru kebalikannya. Peminat dan pembeli terbesar justru datang dari Amerika Serikat." Fenomena ini menandai pergeseran signifikan dalam persepsi pasar global terhadap Indonesia.

Keberhasilan ini juga sejalan dengan laporan yang diterima Presiden Prabowo Subianto. Pada Minggu 14 Juni, Presiden memanggil sejumlah menteri untuk membahas hasil kunjungan kerja ke berbagai negara yang menunjukkan adanya kepercayaan tinggi dan minat investasi yang besar terhadap Indonesia. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa laporan dari Menteri Investasi dan Hilirisasi, yang juga Kepala BPI Danantara, mengonfirmasi peningkatan kepercayaan dunia internasional. Hal ini tercermin dari tingginya minat dan masuknya investasi ke berbagai sektor strategis nasional. Pencapaian Danantara ini menjadi bukti konkret dari optimisme global terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar