Lentera Pos- Satuan Tugas Polri telah menorehkan capaian signifikan dengan mengaktifkan total 93 titik sumur bor air bersih yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Kabupaten Aceh Tamiang. Inisiatif monumental ini menjadi jawaban atas kebutuhan krusial masyarakat akan akses air bersih yang layak, sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam mendukung kesejahteraan sipil.
Dalam keterangan resmi yang diterima lenterapos.com, tercatat bahwa pada Sabtu (27/12) lalu, sepuluh titik sumur bor tambahan telah rampung digali dan kini siap melayani kebutuhan vital. Titik-titik baru ini menyasar langsung pusat-pusat aktivitas komunitas, mulai dari lembaga pendidikan, rumah ibadah, hingga area permukiman warga.

Sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama, dengan sumur bor yang kini beroperasi di SMKN 2 Karang Baru, SDN 7 Kuala Simpang, dan SMP Muhammadiyah Kuala Simpang. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan standar kebersihan dan kesehatan lingkungan sekolah, menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.

Related Post
Tak hanya itu, dukungan air bersih juga menjangkau tempat-tempat ibadah yang menjadi sentra spiritual masyarakat. Masjid Agung Desa Kebun Tanah Terban, Musala Ar Rahim, Musala Muhammadiyah At-Taqwa, Masjid Baitussalam, dan Masjid Baitul Makmur di Desa Blang Kandis kini memiliki pasokan air yang memadai. Ini tentu akan sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan sehari-hari.
Sementara itu, di permukiman warga, Dusun Kamboja dan Dusun Kualum di Kabupaten Aceh Tamiang juga turut merasakan manfaat langsung dari proyek ini. Dengan tambahan sepuluh titik ini, jumlah total sumur bor aktif yang telah dibangun oleh Satuan Tugas Polri mencapai angka 93, sebuah angka yang merefleksikan skala dan dampak positif yang masif.
Kehadiran sumber air bersih yang stabil ini disambut dengan rasa syukur dan antusiasme tinggi dari berbagai elemen masyarakat, khususnya para tokoh pendidikan dan pengurus rumah ibadah. Fahmi Putra, Kepala SMKN 2 Karang Baru, mengungkapkan apresiasi mendalam atas bantuan yang diterima sekolahnya. "Hari ini kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Polri atas bantuannya berupa sumur bor, tandon, juga genset kepada sekolah kami," ujar Fahmi, menyoroti kelengkapan fasilitas yang diberikan.
Langkah ini menegaskan peran Polri yang melampaui tugas keamanan tradisional, merambah ke ranah pembangunan sosial dan kemanusiaan. Proyek ini bukan sekadar penyediaan infrastruktur, melainkan investasi strategis dalam kesehatan publik, pendidikan, dan keberlanjutan sosial. Keberhasilan inisiatif ini juga membuka wacana tentang potensi replikasi model serupa di berbagai pelosok negeri yang masih bergulat dengan krisis air bersih, mengisyaratkan sebuah visi pembangunan yang lebih inklusif dan merata.










Tinggalkan komentar