Tragedi Berdarah di Cakung Gara Gara Renovasi

Tragedi Berdarah di Cakung Gara Gara Renovasi

lenterapos.com – Sebuah insiden kekerasan yang mengejutkan warga di kawasan Perumahan Jakarta Garden City (JGC), Cakung Timur, Jakarta Timur, kini tengah dalam penanganan intensif pihak kepolisian. Peristiwa pembacokan yang melibatkan seorang mantan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini bermula dari persoalan sepele yang berujung pada tindakan kriminalitas yang fatal.

Kapolsek Cakung, Kompol Andre Tri Putra, mengungkapkan bahwa pemicu utama dari bentrokan berdarah ini adalah ketidaknyamanan terkait aktivitas renovasi rumah di lingkungan pemukiman tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, konflik dipicu oleh teguran seorang istri warga terhadap para pekerja bangunan yang sedang melakukan renovasi di rumah tetangga sebelah.

Tragedi Berdarah di Cakung Gara Gara Renovasi
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

"Awalnya, kejadian ini bermula ketika istri salah satu warga menegur mandor bangunan agar menghentikan sementara pekerjaan renovasi karena merasa terganggu oleh kebisingan yang ditimbulkan," ujar Kompol Andre saat memberikan keterangan kepada media, Jumat.

COLLABMEDIANET

Namun, situasi yang semula hanya berupa teguran lisan berubah menjadi perselisihan panas ketika pihak korban meminta agar pekerjaan renovasi tersebut tetap dilanjutkan. Ketegangan pun meningkat saat pelaku, yang diketahui bernama Jef Budiharto (57), mendatangi lokasi kejadian. Alih-alih meredam suasana, pelaku justru terlibat cekcok mulut yang hebat dengan korban, Muhammad Fahrul (48).

Situasi semakin tidak terkendali ketika pelaku mulai melontarkan ancaman fisik kepada korban. Dalam kondisi emosi yang memuncak, pelaku kemudian mengayunkan senjata tajam berupa golok ke arah korban. Beruntung, ayunan pertama tidak mengenai sasaran. Namun, pada percobaan kedua, senjata tajam tersebut berhasil mengenai bagian kanan kepala korban dan menyebabkan luka bacok yang cukup serius.

Tidak tinggal diam saat nyawanya terancam, korban yang merupakan mantan prajurit elite Kopassus tersebut sempat melakukan perlawanan untuk membela diri. Dalam pergulatan yang terjadi, korban berhasil membanting pelaku ke lantai. Akibat benturan tersebut, pelaku juga mengalami luka pada bagian leher dan pelipis.

Pasca-kejadian tersebut, kedua belah pihak segera dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Korban dibawa ke Rumah Sakit Mayapada JGC, sementara pelaku dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.

Pihak Polsek Cakung telah bergerak cepat dengan mendatangi lokasi kejadian di Cluster Zebrina III untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi juga telah mengamankan sebuah golok yang diduga kuat sebagai senjata yang digunakan dalam aksi pembacokan tersebut sebagai barang bukti utama.

"Kami telah meminta keterangan dari sejumlah saksi mata yang berada di lokasi saat perselisihan terkait pekerjaan renovasi itu terjadi," tambah Kompol Andre. Saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus ini guna memastikan seluruh prosedur hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar