Tibet Mencekam Banjir Bandang Telan Korban Ratusan Hilang

Tibet Mencekam Banjir Bandang Telan Korban Ratusan Hilang

lenterapos.com – Bencana alam dahsyat mengguncang Kabupaten Gyirong di Kota Shigatse Tibet, ketika banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah tersebut. Insiden tragis ini telah merenggut nyawa tiga orang, sementara 265 individu lainnya masih belum ditemukan, memicu operasi pencarian dan penyelamatan skala besar yang dipimpin langsung oleh jajaran tertinggi pemerintahan China.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 10.30 waktu setempat, memicu gerakan tanah masif di dekat perbatasan China dengan Nepal. Skala kerusakan dan jumlah korban yang signifikan segera menarik perhatian Presiden China Xi Jinping, yang tanpa menunda langsung memerintahkan mobilisasi penuh sumber daya negara.

Tibet Mencekam Banjir Bandang Telan Korban Ratusan Hilang
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Sebagai respons cepat, Presiden Xi Jinping menunjuk Wakil Perdana Menteri Zhang Guoqing untuk memimpin langsung upaya penanganan di lapangan. Zhang Guoqing, bersama dengan pejabat dari berbagai instansi terkait, diterjunkan ke lokasi bencana guna mengarahkan operasi penyelamatan dan mitigasi dampak. Presiden Xi menekankan pentingnya mengerahkan segala upaya untuk menemukan para korban hilang, sekaligus mengintensifkan pemeriksaan dan penanganan potensi bahaya guna menjamin keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat.

COLLABMEDIANET

Tidak hanya itu, Presiden Xi juga menginstruksikan peningkatan pemantauan dan sistem peringatan dini, memastikan pelaksanaan operasi penyelamatan dilakukan secara ilmiah, serta mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana susulan. Ia menegaskan bahwa semua daerah dan instansi terkait harus berpegang pada pemikiran yang memperhitungkan kondisi ekstrem dan garis batas minimum untuk memastikan keamanan warga.

Sementara itu, Perdana Menteri Li Qiang juga memberikan arahan tegas. Ia meminta agar jumlah korban hilang dan warga terdampak diverifikasi secara akurat, serta seluruh kekuatan dikerahkan untuk operasi penyelamatan darurat secara menyeluruh. Evakuasi warga yang terancam bahaya harus dilakukan segera dan tertib. PM Li Qiang juga menekankan pentingnya koordinasi dengan negara-negara terkait melalui Kementerian Luar Negeri China, guna berbagi informasi dan bekerja sama dalam penanganan bencana.

Untuk menopang rekonstruksi dan pemulihan darurat pascabencana, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China secara sigap mengalokasikan investasi sebesar 100 juta RMB dari anggaran pemerintah pusat. Dana ini ditujukan untuk mendukung pembangunan kembali infrastruktur vital di daerah terdampak. Bersamaan dengan itu, Kementerian Keuangan dan Kementerian Manajemen Darurat juga menyalurkan dana bantuan bencana alam pemerintah pusat sebesar 120 juta yuan. Dana tersebut akan digunakan untuk pencarian dan penyelamatan korban, evakuasi serta penempatan masyarakat terdampak, penanganan sumber bahaya, berbagai tindakan darurat, hingga perbaikan rumah warga yang roboh atau rusak.

Dalam upaya penyelamatan, sebanyak 249 personel Pasukan Penyelamatan Kebakaran Komprehensif Nasional, ditambah 325 personel dari berbagai kekuatan penyelamatan teknik seperti China Anneng dan PowerChina, telah dikerahkan ke lokasi dengan membawa perlengkapan lengkap. Komisi Nasional Pencegahan, Pengurangan, dan Penanggulangan Bencana bersama Kementerian Manajemen Darurat telah mengaktifkan respons darurat bantuan bencana nasional tingkat II. Pemerintah juga mendistribusikan 30.000 unit logistik kemanusiaan dari pemerintah pusat, termasuk tenda, alat pemanas, pakaian, selimut, tempat tidur lipat, dan alas antilembap, guna mendukung evakuasi dan penempatan warga serta kegiatan bantuan lainnya.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar