lenterapos.com – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kini tengah mengambil langkah strategis untuk memperkokoh fondasi industri halal di tanah air. Fokus utama dari langkah ini adalah memperluas jangkauan kolaborasi dengan sektor perbankan guna menciptakan ekosistem industri halal yang lebih tangguh, terintegrasi, dan mampu bersaing di kancah internasional.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa upaya memajukan industri halal tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah atau terpisah-pisah. Menurutnya, keberhasilan sektor ini sangat bergantung pada terciptanya sebuah ekosistem yang solid. Ekosistem tersebut harus mampu menghubungkan berbagai elemen krusial, mulai dari sektor industri, kawasan khusus, ketersediaan pembiayaan, manajemen rantai pasok, hingga pemanfaatan teknologi dan kemudahan akses pasar.

"Kita membutuhkan ekosistem yang menghubungkan industri, kawasan, pembiayaan, rantai pasok, teknologi, hingga akses pasar. Oleh karena itu, kolaborasi dengan sektor keuangan dan mitra internasional menjadi bagian yang sangat penting dalam memperkuat daya saing industri halal Indonesia," ujar Agus Gumiwang dalam keterangan resminya di Jakarta.

Related Post
Langkah nyata dari strategi ini terlihat dalam rangkaian acara Halal Indo 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. Dalam ajang tersebut, terdapat dua agenda kerja sama besar yang menjadi tonggak penting. Pertama, adanya penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gallant Venture Ltd dan Maybank Singapore Limited terkait promosi Bintan Inti Halal Hub, pengembangan ekosistem halal, serta layanan perbankan syariah.
Kedua, Kemenperin melalui Pusat Industri Halal juga telah menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan PT Maybank Indonesia Tbk. Kerja sama ini dirancang untuk menyinergikan pengembangan industri halal melalui berbagai fasilitas, seperti kemudahan pembiayaan syariah, program peningkatan kapasitas bagi para pelaku usaha, bantuan fasilitasi sertifikasi halal, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas, baik di level domestik maupun mancanegara.
Salah satu proyek strategis yang menjadi sorotan adalah pengembangan Bintan Inti Halal Hub. Kawasan ini telah ditetapkan oleh Kemenperin sebagai salah satu Kawasan Industri Halal unggulan. Tujuannya jelas, yakni menyediakan wadah terpadu bagi para pelaku usaha untuk memproduksi, mengembangkan, hingga mendistribusikan produk halal secara efisien, sehingga produk Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar global.
Kepala Pusat Industri Halal Kemenperin, Dewi Setiawati, menambahkan bahwa sinergi dengan lembaga keuangan sangat krusial untuk menjawab kebutuhan nyata para pelaku industri. Ia menekankan bahwa industri halal memerlukan dukungan pendanaan yang spesifik dan sejalan dengan karakteristik pengembangan industrinya.
"Melalui sinergi ini, kami ingin memacu terciptanya akses yang lebih luas bagi pelaku industri terhadap layanan keuangan, sekaligus memperkuat konektivitas antara sektor industri dengan ekosistem keuangan," jelas Dewi.
Selain fokus pada sektor perbankan, ajang Halal Indo 2026 juga menjadi ruang pertemuan bisnis bagi berbagai perusahaan. Hal ini terlihat dari adanya kesepakatan antara PT Arafa Arinaya Asia (Arafatea) dengan sejumlah mitra seperti PT Cakra Internusa Asa, PT Tiga Teh Terbaik, dan PT Umeken OEM Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan halal nasional serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal, seperti teh, agar mampu merambah pasar internasional dengan lebih percaya diri.








Tinggalkan komentar