Lentera Pos- Hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, pada Jumat (21/11) sore, menyebabkan banjir lahar dingin kembali meluap dan menerjang kawasan tersebut. Kabar ini disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur. Banjir lahar dingin dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.42 WIB dan mengarah ke Besuk Kobokan.
Menurut keterangan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, saat ini banjir lahar dingin masih berlangsung dengan amplitudo maksimum terakhir mencapai 43 mm. Meskipun demikian, Satriyo menegaskan bahwa tidak terjadi letusan baru dari kawah Gunung Semeru. Melainkan, intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama naiknya debit air dan meluapnya aliran lahar dingin.

BPBD Jawa Timur mengimbau kepada masyarakat yang berada di sekitar aliran Gladak Perak atau aliran lahar baru untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati. Masyarakat diminta untuk menjauhi area tersebut demi keselamatan.

Related Post
Sementara itu, berdasarkan pantauan dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Wahyu Wijayanto, pada pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Semeru sempat mengalami satu kali letusan asap berwarna putih kelabu setinggi 200 meter ke arah tenggara.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 20 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.









Tinggalkan komentar