lenterapos.com – Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memuncak setelah serangkaian serangan rudal jelajah yang diduga diluncurkan oleh kelompok Houthi dari Yaman menghantam wilayah Arab Saudi. Insiden yang terjadi pada Selasa malam hingga Rabu dini hari waktu setempat ini mengakibatkan jatuhnya korban luka dan kerusakan infrastruktur di beberapa titik strategis, termasuk ibu kota Riyadh.
Badan Pertahanan Sipil Arab Saudi melaporkan bahwa serangan tersebut bermula ketika dua rudal jelajah meluncur ke arah Riyadh. Meski sistem pertahanan udara kerajaan berhasil mencegat rudal tersebut, serpihan atau puing-puing hasil pencegatan jatuh ke kawasan pemukiman penduduk. Dampaknya, sedikitnya 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Tidak hanya kerusakan materi, insiden ini juga memakan korban jiwa secara fisik, di mana dua perempuan, satu laki-laki, dan seorang anak dilaporkan mengalami luka-luka akibat hantaman puing rudal.

Pihak berwenang setempat segera mengaktifkan prosedur darurat untuk mengevakuasi warga dan menangani dampak kerusakan di lokasi kejadian. "Prosedur darurat telah dilaksanakan segera setelah puing-puing jatuh untuk memastikan keselamatan warga," tulis otoritas pertahanan sipil dalam keterangan resminya.

Related Post
Di sisi lain, Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Maliki, memberikan konfirmasi bahwa pasukan pertahanan udara mereka bekerja ekstra keras sepanjang malam. Al-Maliki menyatakan bahwa pasukan koalisi berhasil mencegat dan menghancurkan rudal jelajah lainnya yang mengarah ke wilayah Al-Kharj, sebuah kawasan yang terletak di sebelah tenggara Riyadh.
Situasi tidak berhenti di Riyadh saja. Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan adanya upaya serangan terhadap fasilitas vital negara. Sebuah gedung administrasi milik perusahaan minyak raksasa, Saudi Aramco, di Dhahran, wilayah timur Arab Saudi, menjadi sasaran serangan pada Selasa malam. Serangan tersebut sempat memicu kebakaran kecil di lokasi gedung. Beruntung, tim tanggap darurat yang bergerak cepat berhasil memadamkan api dan memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden di fasilitas Aramco tersebut.
Secara keseluruhan, koalisi pimpinan Arab Saudi mengklaim telah berhasil melumpuhkan total enam rudal serta sejumlah pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan oleh kelompok Houthi. Serangan ini tersebar di beberapa titik, mulai dari Haradh, Dhahran, hingga wilayah selatan Arab Saudi.
Eskalasi serangan ini menambah daftar panjang ancaman kelompok Houthi terhadap stabilitas keamanan dan fasilitas energi di Arab Saudi. Hingga saat ini, situasi di wilayah terdampak masih dalam pengawasan ketat otoritas keamanan guna mengantisipasi adanya serangan susulan yang menyasar objek vital nasional maupun kawasan padat penduduk.










Tinggalkan komentar