Revolusi Gizi Sulsel: 1,7 Juta Warga Sejahtera, Ekonomi Melejit!

Revolusi Gizi Sulsel: 1,7 Juta Warga Sejahtera, Ekonomi Melejit!

Lentera Pos- Sebuah gebrakan masif dalam upaya peningkatan gizi dan penggerak ekonomi lokal tengah menunjukkan hasil signifikan di Sulawesi Selatan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Selatan melaporkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) diproyeksikan akan menjangkau lebih dari 1,78 juta jiwa penerima manfaat hingga Februari 2026. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan komitmen serius terhadap masa depan generasi Sulsel, sekaligus menjadi motor penggerak vital bagi perekonomian daerah.

Kepala Kanwil DJPb Sulsel, Hari Utomo, menjelaskan bahwa target penerima manfaat mencapai 1.788.132 jiwa. Mayoritas dari mereka adalah peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan. Namun, cakupan program ini meluas hingga menyentuh kelompok rentan lainnya, termasuk ibu hamil dan bayi di bawah dua tahun (baduta). "Ini adalah investasi jangka panjang kita untuk mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini," tegas Hari di Makassar, Rabu, menunjukkan visi program yang melampaui sekadar pemberian makan, menuju pembangunan fondasi SDM yang kuat.

Revolusi Gizi Sulsel: 1,7 Juta Warga Sejahtera, Ekonomi Melejit!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Untuk memastikan distribusi yang efektif dan merata, 629 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah dibentuk dan beroperasi di seluruh 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan. Jaringan SPPG yang solid ini menjadi tulang punggung yang menjamin program dapat menjangkau pelosok daerah, memastikan tidak ada kelompok rentan yang tertinggal dari manfaat gizi yang vital.

COLLABMEDIANET

Namun, dampak MBG tidak berhenti pada aspek kesehatan dan gizi semata. Program ini menjelma menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang kuat. Hari Utomo merinci, rantai pasok MBG melibatkan sebanyak 1.665 penyuplai lokal. Dari penyedia bahan pangan segar, petani, hingga mitra pendukung lainnya, keterlibatan mereka secara langsung memutar roda ekonomi daerah. "Ini adalah stimulus nyata bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kita, memperkuat kapasitas ekonomi lokal dari hulu ke hilir," imbuhnya, menyoroti bagaimana program ini memberdayakan pengusaha dan produsen setempat.

Lebih jauh, MBG juga membuka ribuan lapangan kerja baru. Hingga proyeksi Februari 2026, tercatat sebanyak 26.418 tenaga kerja terlibat langsung dalam operasional SPPG di seluruh kabupaten dan kota. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan kisah tentang kesempatan kerja yang tercipta, memberikan penghidupan yang layak bagi ribuan keluarga di Sulsel. Ini menunjukkan bahwa MBG adalah program multi-dimensi: tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga berperan sebagai pencipta lapangan kerja dan penggerak roda perekonomian.

DJPb Sulawesi Selatan berkomitmen penuh untuk terus mendukung keberlanjutan dan penguatan program MBG melalui pengelolaan anggaran yang akuntabel dan tepat sasaran. Hari Utomo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan. "Kami berharap, kolaborasi ini dapat terus terjaga agar manfaat program ini semakin dirasakan secara luas, membangun Sulawesi Selatan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera," pungkasnya, menggambarkan harapan akan dampak jangka panjang yang transformatif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar