Prabowo Turun Tangan! Atasi Banjir Longsor Sumatra

Prabowo Turun Tangan! Atasi Banjir Longsor Sumatra
  •  Prabowo Turun Tangan! Atasi Banjir Longsor Sumatra
    Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

    Lentera Pos- Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penanganan serius dan cepat terhadap bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatra, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Perintah ini disampaikan mengingat dampak signifikan yang ditimbulkan bencana tersebut.

  • Instruksi presiden ini disampaikan melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, usai rapat koordinasi tingkat menteri di gedung Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), Jakarta Timur. Pratikno menekankan bahwa Presiden Prabowo menaruh perhatian besar pada penanganan tanggap darurat bencana ini.

  • Bencana alam ini telah menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas, terutama pada jembatan dan jalan. Kondisi ini menyulitkan upaya penyaluran bantuan. Namun, Pratikno memastikan bahwa tim dari berbagai kementerian telah diterjunkan ke lapangan. Kepala BNPB saat ini berada di posko Tarutung untuk mengawal implementasi penanganan bencana di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara.

    COLLABMEDIANET
  • Pemerintah daerah di tiga provinsi terdampak telah menetapkan status bencana, yang menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk mengambil tindakan sesuai dengan Undang-undang Kebencanaan. Dengan penetapan status darurat bencana oleh masing-masing daerah, langkah-langkah penanganan dapat segera diimplementasikan.

  • Banjir dilaporkan meluas hingga 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Data terbaru dari Polda Sumut mencatat 34 korban meninggal dunia dan 52 orang masih dalam pencarian. Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Madina, Nisel, Pakpak Bharat, Sergai, Tapteng, Tapanuli Utara, Nias, Tapsel, Humbahas, Padangsidimpuan, Kota Sibolga, dan Langkat.

  • Di Aceh, sebanyak 97.384 warga terdampak banjir yang melanda wilayah itu sejak sepekan terakhir, dengan 13.174 di antaranya mengungsi. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menunjukkan bahwa banjir terparah terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, di mana 9.274 warga mengungsi akibat debit air yang belum surut.

  • Sementara itu, di Sumatera Barat, BPBD Kabupaten Agam mencatat 135 kepala keluarga warga Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, mengungsi akibat banjir bandang. Di Kota Solok, ratusan rumah warga terendam banjir akibat meluapnya Sungai Batang Lembang setelah hujan lebat. Informasi ini dikutip Lentera Pos dari Antara.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar