Lentera Pos- Presiden Prabowo Subianto menyaksikan momen bersejarah pengembalian aset sitaan senilai Rp13,2 triliun dari kasus korupsi izin ekspor minyak sawit (CPO) periode 2021-2022. Aset tersebut diserahkan Kejaksaan Agung (Kejagung) kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Gedung Utama Kejagung, Jakarta, Senin (20/10).
Penyerahan simbolis dilakukan Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dengan tumpukan uang tunai sekitar Rp2,4 triliun turut dipamerkan. Prabowo menilai momen ini sebagai "tanda-tanda baik" tepat di satu tahun masa jabatannya sebagai presiden.

Prabowo menegaskan bahwa pengembalian aset ini adalah bukti nyata pemerintah bekerja keras dan berani menyelamatkan kekayaan negara. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk memperbaiki lebih dari 8.000 sekolah dan membangun 600 kampung nelayan modern.

Related Post
"Kalau satu kampung nelayan, kita anggarkan Rp22 miliar, kampung untuk nelayan dengan fasilitas yang selama 80 tahun Republik Indonesia berdiri tidak pernah diperhatikan dan tidak pernah diurus," ujarnya.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa pembangunan 600 kampung nelayan ini akan meningkatkan taraf hidup sekitar 5 juta masyarakat nelayan. Ia juga mengungkapkan ambisinya untuk terus mengejar aset negara yang diselewengkan. Menurutnya, dana yang ada setara dengan perbaikan 8.000 sekolah dan peningkatan kesejahteraan 5 juta nelayan. lenterapos.com










Tinggalkan komentar