Pabrik Sandal Medan Ludes! Ada Misteri di Balik Kobaran Api?

Pabrik Sandal Medan Ludes! Ada Misteri di Balik Kobaran Api?

Lentera Pos- Kobaran api raksasa melahap habis sebuah pabrik sandal terkemuka di Medan, Sumatera Utara, menciptakan pemandangan mencekam yang menerangi langit malam. Insiden tragis ini, yang bermula pada Selasa malam (27/1) sekitar pukul 22.00 WIB, telah memicu pengerahan besar-besaran puluhan unit pemadam kebakaran dalam upaya heroik memadamkan amukan si jago merah.

Sebanyak 20 unit mobil pemadam kebakaran, termasuk bantuan vital dari mobil Water Canon Brimob Polda Sumut, berjibaku tanpa henti selama berjam-jam. Mereka menghadapi tantangan luar biasa mengingat material mudah terbakar yang mendominasi isi pabrik, seperti karet dan bahan sintetis lainnya, yang menjadi bahan bakar sempurna bagi api untuk terus membesar dan sulit dikendalikan. Petugas harus bekerja ekstra keras, mengerahkan segala daya upaya untuk melokalisir api agar tidak merembet ke area permukiman atau bangunan lain di sekitarnya, sebuah tugas yang tidak mudah di tengah intensitas api yang begitu dahsyat.

Pabrik Sandal Medan Ludes! Ada Misteri di Balik Kobaran Api?
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Hingga Rabu (28/1/2026) pagi, asap tebal masih membumbung tinggi, menjadi saksi bisu keganasan api yang belum sepenuhnya takluk. Peristiwa ini tidak hanya menyisakan puing dan kerugian material yang diperkirakan fantastis, namun juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai penyebab pasti insiden tersebut. Apakah ada faktor kelalaian, korsleting listrik, atau bahkan dugaan lain yang perlu diinvestigasi lebih lanjut? Pihak berwenang diharapkan segera melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap tabir di balik musibah ini, mengingat dampak ekonomi dan potensi bahaya yang ditimbulkannya bagi lingkungan sekitar. Masyarakat menanti kejelasan dari insiden yang menghebohkan kota Medan ini.

COLLABMEDIANET

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar