Medan Darurat Tim SAR Buru Korban Ledakan Gas

Medan Darurat Tim SAR Buru Korban Ledakan Gas

lenterapos.com – Sebuah insiden mengerikan mengguncang kawasan Perumahan Grand Polonia Kota Medan, menyisakan puing-puing reruntuhan dan duka mendalam. Diduga kuat akibat ledakan gas pipa tanam yang dahsyat, sebuah rumah hancur lebur, memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran. Tim SAR gabungan yang dipimpin oleh Basarnas Medan kini bergerak cepat, membagi kekuatan menjadi tiga unit khusus demi memaksimalkan upaya evakuasi korban yang masih tertimbun.

Kepala Basarnas Kelas A Medan, Hery Marantika, menjelaskan bahwa pembagian tim ini merupakan strategi kunci untuk mengoptimalkan pencarian. "Kami memecah tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) agar pencarian lebih efektif dan terarah," ujarnya. Setiap unit dilengkapi dengan tugas spesifik dan peralatan canggih untuk menembus kerasnya material bangunan yang runtuh.

Medan Darurat Tim SAR Buru Korban Ledakan Gas
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

SRU pertama bertugas melakukan identifikasi dan pencarian awal menggunakan drone thermal canggih milik Basarnas Medan. Teknologi ini diterbangkan untuk memindai area, mencari jejak panas tubuh yang mungkin terperangkap di bawah tumpukan puing, memberikan harapan di tengah keputusasaan.

COLLABMEDIANET

Sementara itu, SRU kedua fokus pada pencarian dan evakuasi dengan metode Area Search Rescue (ASR) 1. Tim ini melakukan penyisiran sistematis, membagi lokasi menjadi sektor-sektor kecil, sekaligus mengidentifikasi potensi bahaya yang mengancam tim penyelamat. Kehati-hatian menjadi prioritas utama mengingat kondisi lokasi yang tidak stabil.

Tak kalah penting, SRU ketiga dikerahkan untuk melakukan pencarian cepat pada titik-titik prioritas. Dengan menggunakan peralatan ekstrikasi berat, tim ini berupaya membuka jalur paksa, menembus material bangunan demi mencapai titik-titik krusial tempat korban diperkirakan berada. Peralatan pendukung seperti rescue truck, mobil double cabin, crane, perlengkapan mountaineering, alat penerangan, peralatan medis, hingga sistem komunikasi canggih, semuanya dikerahkan untuk mendukung misi kemanusiaan ini.

Tragedi memilukan ini pecah pada Senin lalu, diyakini berawal dari ledakan gas pipa tanam yang dahsyat. Saat insiden terjadi, tercatat tujuh jiwa berada di dalam rumah nahas itu. Empat di antaranya berhasil diselamatkan, termasuk seorang balita berusia 2 tahun bernama Jeavelin, Hasan, seorang sopir, dan seorang kurir. Namun, satu korban ditemukan tak bernyawa, dan identitasnya masih dalam proses verifikasi.

Yang paling mendebarkan adalah keberadaan dua individu lainnya yang masih dalam pencarian intensif, diduga kuat tertimbun di bawah puing-puing. Laporan darurat diterima Basarnas Medan pukul 18.40 WIB dari personel Brimob Polda Sumatera Utara. Tanpa menunda, Tim Rescue Basarnas Medan langsung meluncur ke lokasi, membawa serta seluruh perlengkapan vital untuk operasi pencarian dan penyelamatan.

Operasi pencarian dua korban yang masih hilang terus digencarkan oleh tim SAR gabungan. Mereka tak kenal lelah melakukan penyisiran menyeluruh dan pembukaan akses di area-area yang paling dicurigai sebagai lokasi tertimbunnya korban. Perkembangan terbaru dari operasi ini akan disampaikan secara resmi seiring hasil kerja keras di lapangan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar