Lentera Pos- Di tengah ketidakpastian geopolitik global, Kanada dilaporkan tengah menyusun rencana pertahanan yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu menghadapi kemungkinan invasi dari Amerika Serikat. Langkah ini, yang diungkapkan oleh seorang pejabat federal, menandai pertama kalinya dalam lebih dari satu abad Kanada secara serius mempertimbangkan skenario pertahanan melawan tetangga selatannya.
Strategi Pertahanan Non-Konvensional

Mengingat ketidakseimbangan kekuatan militer antara kedua negara, strategi pertahanan Kanada tidak akan mengandalkan konfrontasi langsung. Sebaliknya, rencana tersebut berfokus pada taktik perang non-konvensional. Sel-sel kecil yang terdiri dari personel militer dan warga sipil akan dilatih untuk melancarkan penyergapan, serangan drone, dan sabotase terhadap pasukan AS yang menyerbu. Taktik ini meniru strategi yang digunakan oleh kelompok Taliban di Afghanistan dalam menghadapi kekuatan militer yang lebih besar.

Related Post
Pemicu Potensial dan Kekuatan Relawan
Meskipun pejabat tersebut menekankan bahwa kemungkinan invasi AS sangat rendah, persiapan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran atas ketidakstabilan politik dan retorika provokatif. Salah satu pemicunya adalah gambar provokatif yang disebarkan oleh mantan Presiden AS Donald Trump, yang menampilkan peta Kanada dan Greenland yang ditutupi bendera AS.
Sebagai bagian dari upaya pertahanan, Kepala Staf Pertahanan Kanada, Jenderal Jennie Carignan, berencana untuk membentuk pasukan relawan cadangan yang terdiri hingga 400.000 personel. Hal ini menunjukkan komitmen Kanada untuk memperkuat pertahanannya dan melibatkan warga sipil dalam melindungi kedaulatan negara.
Harapan Dukungan Internasional
Kanada juga berharap akan mendapatkan dukungan dari sekutu internasionalnya, terutama negara-negara dengan senjata nuklir seperti Prancis dan Inggris, jika terjadi invasi. Mengingat keanggotaan bersama dalam NATO, serangan terhadap Kanada akan dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan kolektif aliansi tersebut.
Mayjen David Fraser, yang memimpin pasukan Kanada di Afghanistan, menyatakan keyakinannya bahwa dunia akan mendukung Kanada jika diserang. "Jika Anda menyerang Kanada, Anda akan menghadapi seluruh dunia," tegasnya, menambahkan bahwa negara-negara seperti Jerman dan Inggris akan bersedia mengirimkan pasukan dan peralatan untuk membantu mempertahankan kedaulatan Kanada.
Persiapan Kanada untuk menghadapi kemungkinan invasi AS adalah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Meskipun kemungkinan skenario ini terjadi sangat kecil, langkah ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran atas ketidakpastian geopolitik dan tekad Kanada untuk melindungi kedaulatannya.










Tinggalkan komentar