BRIN Gerak Cepat! Alumni UGM Pimpin Satgas Bencana Sumatera

BRIN Gerak Cepat! Alumni UGM Pimpin Satgas Bencana Sumatera

Lentera Pos- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan keseriusannya dalam menanggulangi bencana di Sumatera dengan membentuk Task Force khusus. Menariknya, tim ini akan dikomandoi oleh Joko Widodo, seorang peneliti BRIN yang ahli di bidang geografi, radar, dan sains lingkungan. Perlu dicatat, Joko Widodo ini bukanlah Presiden Republik Indonesia ke-7, melainkan seorang ilmuwan yang kompeten di bidangnya.

Joko Widodo dari BRIN mengungkapkan bahwa Task Force telah mengaktifkan berbagai unit reaksi cepat. Tindakan ini meliputi pemetaan wilayah terdampak menggunakan teknologi satelit, penyediaan air bersih dan air siap minum, mobilisasi tenaga kesehatan, serta dukungan psikososial bagi korban bencana.

BRIN Gerak Cepat! Alumni UGM Pimpin Satgas Bencana Sumatera
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"BRIN hadir dengan pendekatan ilmiah," tegas Joko Widodo, seperti dikutip dari detikcom. "Kami memastikan seluruh kemampuan riset, teknologi, dan sumber daya manusia yang kami miliki dapat digunakan secara optimal untuk membantu masyarakat yang membutuhkan."

COLLABMEDIANET

Tim pemrosesan data satelit BRIN telah bergerak cepat sejak awal bencana. Mereka memetakan area banjir menggunakan data radar Sentinel-1, yang memiliki kemampuan menembus awan dan hujan. Peta tersebut menunjukkan kondisi banjir di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Data ini kemudian disebarkan ke berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, BNPB, dan komunitas geospasial.

"Data ini sangat penting untuk memahami sebaran genangan terkini dan mendukung penentuan prioritas penanganan di lapangan," jelas Joko Widodo.

Selain itu, BRIN memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum. Joko Widodo menekankan bahwa air merupakan kebutuhan krusial, terutama karena banyak infrastruktur lokal yang terdampak dan pasokan air kemasan tidak mencukupi.

Untuk mempercepat distribusi peralatan, Task Force BRIN menjajaki dukungan pengiriman melalui jalur udara, bekerja sama dengan TNI AU. BRIN juga menyiapkan survei lapangan dan operasi drone untuk memetakan situasi wilayah secara langsung, termasuk di area-area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Di sektor kesehatan, BRIN telah menyiapkan tenaga kesehatan, psikolog, dan ahli kesehatan lingkungan untuk mendukung tanggap darurat. Joko Widodo menjelaskan bahwa banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kesehatan serta psikologis warga.

Ia menekankan bahwa semua langkah Task Force BRIN akan difokuskan pada intervensi yang realistis, cepat, dan berbasis data. Mengingat luasnya wilayah yang terdampak, BRIN akan menentukan lokasi strategis untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan berdampak langsung bagi warga.

Joko Widodo meraih gelar sarjana di bidang Geografi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1999. Kemudian, ia melanjutkan pendidikan magister di Universitas Indonesia (UI) dengan bidang Ilmu Lingkungan pada tahun 2011. Ia juga memiliki gelar PhD dari Chiba University, Jepang, dengan jurusan Computer Science and Information Processing.

Berdasarkan informasi dari laman resmi BRIN, bidang keilmuan Joko Widodo meliputi geografi, synthetic aperture radar, dan sains lingkungan. Keahliannya mencakup interferometric synthetic aperture radar dan environmental impact assessment.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar