lenterapos.com – Aksi senyap yang dilakukan oleh prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut membuahkan hasil signifikan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di tanah Papua. Dalam sebuah operasi yang berlangsung sangat rahasia, personel Marinir berhasil meringkus salah satu tokoh penting dalam struktur Organisasi Papua Merdeka (OPM), yakni Zakarias Fatem. Sosok yang ditangkap ini diketahui memegang jabatan strategis sebagai Wakil Panglima Kodap IV Soraya OPM.
Operasi penangkapan ini dipimpin langsung oleh Letkol Marinir Laili Nugroho melalui Satgas Gobang VII Yonif 9 Marinir. Menurut keterangan resmi dari Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir, Kolonel (Mar) Rana Karyana, penangkapan tersebut dilakukan pada dini hari, tepatnya sekitar pukul 00.45 WIT. Langkah taktis ini diambil untuk memastikan target tidak melarikan diri atau melakukan perlawanan yang dapat membahayakan warga sipil di sekitar lokasi.

Melalui unggahan video di akun resmi @marinir_tni_al, terlihat suasana saat penangkapan berlangsung. Dalam rekaman tersebut, Zakarias Fatem tampak mengenakan kaus berwarna oranye saat diamankan oleh petugas di sebuah rumah. Menariknya, proses penangkapan berjalan dengan sangat humanis. Tidak terlihat adanya kontak senjata maupun tindakan kekerasan dari pihak Marinir terhadap Zakarias, yang juga tampak menyerah tanpa melakukan perlawanan berarti saat petugas mengepung kediamannya.

Related Post
Meskipun proses penangkapan berjalan lancar, pihak otoritas tidak mengonfirmasi secara spesifik lokasi pasti rumah tempat Zakarias disekap. Namun, dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas kelompok tersebut.
Barang bukti yang disita meliputi satu pucuk senapan angin, satu buah bendera Bintang Kejora, serta berbagai perlengkapan pribadi lainnya. Selain itu, petugas juga menemukan dua buah gelang rotan, dua buah gelang bermotif warna OPM, dua buah senter kepala, uang tunai sebesar Rp76.000, satu buah dompet, satu buah lampu darurat, enam potong pakaian, satu bilah pisau, satu buah sisir, satu buah sikat gigi, tiga buah silet, dua buah cincin besi, satu buah korek api, satu lembar foto pribadi, serta tiga buah obat-obatan.
Saat ini, Zakarias Fatem telah dibawa ke Kotis Satgas Gobang VII Yonif 9 Marinir untuk menjalani pemeriksaan intensif. Langkah ini diambil bukan sekadar untuk proses hukum biasa, melainkan sebagai upaya intelijen untuk memetakan rencana pergerakan OPM di masa mendatang.
Kolonel (Mar) Rana Karyana menegaskan bahwa pemeriksaan ini sangat krusial bagi keamanan nasional. Dengan menginterogasi Zakarias, diharapkan aparat dapat memperoleh informasi mendalam terkait keterlibatan kelompok bersenjata tersebut dalam berbagai aktivitas ilegal di wilayah Papua Barat Daya. Penangkapan ini menjadi angin segar bagi upaya pemerintah dalam menjaga kedaulatan dan kedamaian di wilayah timur Indonesia.








Tinggalkan komentar