lenterapos.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengambil langkah strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan sektor mikro. Melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), pemerintah fokus memperkokoh kapasitas kelembagaan serta produktivitas kelompok usaha agar mampu bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi berbasis keluarga.
Fokus utama dari gerakan ini adalah optimalisasi Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Program ini dirancang khusus untuk menyasar keluarga, terutama para akseptor Keluarga Berencana (KB), agar memiliki kemandirian finansial yang lebih kuat di tengah dinamika ekonomi ibu kota yang kian menantang.

Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Keluarga Dinas PPAPP DKI Jakarta, Hary Sutanto, mengungkapkan bahwa tantangan hidup di wilayah metropolitan seperti Jakarta sangatlah kompleks. Tingginya biaya hidup serta ketatnya persaingan di pasar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi hambatan nyata bagi warga. Selain itu, keterbatasan dalam adaptasi teknologi digital juga menjadi tembok besar bagi pelaku usaha rumahan untuk naik kelas.

Related Post
Menurut Hary, banyak keluarga di Jakarta, khususnya pasangan usia subur yang merupakan anggota akseptor KB, sebenarnya memiliki potensi kewirausahaan yang luar biasa. Namun, potensi tersebut sering kali terbentur oleh masalah klasik seperti keterbatasan akses permodalan, manajemen keuangan yang belum tertata, standarisasi produk yang rendah, hingga minimnya strategi pemasaran digital.
"Oleh karena itu, pembinaan kelompok UPPKA menjadi sangat krusial. Kami ingin memberikan penguatan dari sisi manajerial sekaligus menumbuhkan motivasi kewirausahaan bagi para pengurus dan anggota kelompok. Harapannya, usaha mereka tidak hanya sekadar berjalan, tetapi mampu berkembang, memiliki daya saing tinggi, dan berkelanjutan," ujar Hary dalam sebuah kegiatan pembinaan daring.
Lebih lanjut, program pembinaan ini bertujuan untuk membekali para pelaku usaha dengan pemahaman mendalam mengenai manajemen bisnis modern. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah penguasaan strategi pemasaran digital agar produk-produk lokal hasil karya kelompok UPPKA dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Selain itu, penguatan kelembagaan dilakukan dengan mendorong terciptanya jejaring kemitraan dengan berbagai sektor lainnya.
Melalui sinergi antara pengelola program, pelaku UPPKA, dan pendamping Jakpreneur di lapangan, pemerintah berharap dapat mengidentifikasi potensi produk atau jasa yang memiliki peluang pasar tinggi. Tujuan akhirnya adalah menciptakan kemandirian ekonomi keluarga yang mampu berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan rumah tangga secara mandiri.
Hary juga berharap kelompok UPPKA ini dapat menjadi inspirasi atau motivator bagi keluarga lain di Jakarta untuk turut aktif meningkatkan taraf hidup melalui jalur kewirausahaan. Dengan standarisasi produk yang baik, produk lokal Jakarta diharapkan tidak hanya mampu bersaing di level regional, tetapi juga mampu menembus pasar nasional.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) untuk tahun 2025, tercatat terdapat sebanyak 252 kelompok UPPKA yang tersebar di wilayah Jakarta. Angka ini menjadi modal besar bagi pemerintah untuk mewujudkan transformasi ekonomi keluarga yang produktif dan berkelanjutan di masa depan.








Tinggalkan komentar