Ribuan Sekolah Bakal Direnovasi Total

Ribuan Sekolah Bakal Direnovasi Total

lenterapos.com – Kabar baik bagi dunia pendidikan Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menyiapkan langkah besar untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan di seluruh pelosok negeri. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengungkapkan ambisi besar untuk melakukan revitalisasi terhadap 71.744 satuan pendidikan yang ditargetkan rampung pada tahun 2027 mendatang.

Langkah masif ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana belajar mengajar. Menariknya, proses perbaikan ini tidak akan dilakukan secara terpusat oleh kontraktor besar, melainkan menggunakan mekanisme swakelola. Artinya, masing-masing satuan pendidikan atau sekolah akan diberikan wewenang untuk mengelola proses renovasi tersebut secara mandiri, serupa dengan skema yang telah dijalankan pada tahun-tahun sebelumnya.

Ribuan Sekolah Bakal Direnovasi Total
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

"Mekanismenya tetap sama dengan tahun lalu, yaitu swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan. Jadi, tidak ada perubahan dalam sistem pelaksanaannya," ujar Abdul Mu’ti saat memberikan keterangan di Surabaya, Sabtu malam.

COLLABMEDIANET

Meski angka 71.744 sekolah sudah menjadi target utama, Abdul Mu’ti memberikan sinyal bahwa jumlah sekolah yang akan direvitalisasi masih bisa bertambah. Berdasarkan perhitungan awal, terdapat potensi tambahan sekitar 6.000 satuan pendidikan lagi yang masuk dalam radar perbaikan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah yang sangat tinggi dalam mengejar ketertinggalan fasilitas pendidikan.

Namun, pemerintah tidak sembarangan dalam menentukan sekolah mana yang berhak mendapatkan bantuan. Ada tiga kriteria utama yang menjadi dasar prioritas dalam penentuan penerima bantuan revitalisasi ini. Pertama, sekolah-sekolah yang terdampak oleh bencana alam. Kedua, sekolah yang mengalami kerusakan bangunan pada tingkat berat. Ketiga, sekolah yang berlokasi di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Di tingkat daerah, kebijakan ini disambut hangat oleh pemerintah provinsi. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, memberikan apresiasi tinggi atas perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi sekolah di wilayahnya. Berdasarkan data yang telah dikirimkan melalui Dapodik, Jawa Timur telah mendapatkan alokasi untuk 324 Sekolah Menengah Atas (SMA), 208 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan 141 Sekolah Luar Biasa (SLB).

Meski demikian, Aries mengungkapkan bahwa kebutuhan di lapangan masih sangat besar. Pihaknya telah mengajukan usulan tambahan untuk 24 SMA, lebih dari 100 SMK, serta 48 SLB yang setelah dilakukan peninjauan lapangan ternyata masih sangat membutuhkan penanganan mendesak, termasuk kebutuhan akan ruang kelas baru.

Menurut Aries, banyak sekolah yang membutuhkan perhatian khusus ini tersebar di wilayah pelosok yang selama ini belum pernah tersentuh alokasi anggaran renovasi. Ia berharap, sekolah-sekolah yang belum mendapatkan jatah pada tahun 2026 dapat menjadi prioritas utama dalam program revitalisasi tahun 2027, sesuai dengan skala prioritas yang telah ditetapkan pemerintah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar