lenterapos.com – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menggagas langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan produk perikanan bermutu tinggi dalam program Makan Bergizi Gratis MBG. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan asupan protein ikan bagi seluruh lapisan masyarakat terutama anak-anak demi mendukung tumbuh kembang optimal generasi penerus bangsa.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediyati Haryadi atau akrab disapa Titiek Soeharto menegaskan pentingnya ikan sebagai sumber nutrisi superior. Kandungan omega-3 yang melimpah dalam ikan sangat krusial bagi perkembangan otak dan kecerdasan anak. Saat kunjungan kerja spesifik di Kantor Badan Mutu KKP Bali Badung Titiek Soeharto menekankan bahwa produk bahari yang akan disalurkan dalam program MBG harus memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan yang tak bisa ditawar.

Jaminan keamanan pangan menjadi prioritas utama. Titiek Soeharto menggarisbawahi bahwa seluruh tahapan mulai dari pengolahan penyimpanan hingga distribusi produk perikanan harus melalui protokol ketat. Hal ini demi memastikan setiap hidangan yang dikonsumsi masyarakat aman dari risiko keracunan dan benar-benar menyehatkan.

Related Post
Indonesia dengan kekayaan maritim dan warisan kearifan lokalnya memiliki potensi besar untuk mengembangkan beragam olahan ikan dan hasil laut khas daerah. Produk-produk ini dapat dimodernisasi tanpa menghilangkan identitas aslinya. Namun pengembangan ini wajib ditopang oleh ekosistem penjaminan mutu yang kuat dari hulu ke hilir. Mulai dari bahan baku mentah proses pengolahan sanitasi pengemasan penyimpanan hingga sampai ke tangan konsumen semua harus terjamin kualitasnya.
Komisi IV DPR RI juga menyuarakan agar sistem penjaminan mutu dan sertifikasi tidak menjadi beban tambahan bagi pelaku usaha terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM. Pengawasan kualitas tetap harus tegas namun proses sertifikasi perlu disederhanakan dipercepat diintegrasikan transparan dan yang terpenting terjangkau secara biaya. Ini akan mendorong lebih banyak UMKM berpartisipasi dan meningkatkan standar produk mereka.
Dalam upaya memperkuat posisi produk perikanan Indonesia di pasar global Komisi IV DPR RI mengapresiasi kinerja Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan BPPMHKP. Upaya penguatan sistem jaminan mutu melalui kolaborasi internasional termasuk Mutual Recognition Agreement MRA dinilai sangat strategis. Kerja sama ini diharapkan mampu membuka gerbang ekspor lebih lebar mengurangi pemeriksaan berulang yang memakan biaya logistik dan mempermudah penerimaan produk Indonesia di negara tujuan.
Sinergi lintas sektor juga menjadi kunci utama. Titiek Soeharto menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan KKP Badan Karantina Indonesia Barantin Badan Pangan Nasional Bapanas ID Food pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota serta para pelaku usaha. Keselarasan kerja sama ini diharapkan mampu mewujudkan program yang telah direncanakan berjalan lancar dan efektif.
Penguatan sistem jaminan mutu ini diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan pemanfaatan produk perikanan dalam program MBG. Dengan demikian kebutuhan gizi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal sekaligus mendorong geliat dan pengembangan sektor perikanan nasional menuju masa depan yang lebih cerah.








Tinggalkan komentar