DPR Bongkar Ancaman Listrik KEK Kura Kura Bali

DPR Bongkar Ancaman Listrik KEK Kura Kura Bali

lenterapos.com – Sebuah sorotan tajam datang dari Senayan, menyoroti jantung pariwisata Indonesia, Bali. Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) baru-baru ini menyuarakan kekhawatiran mendalam terkait keandalan suplai listrik di Pulau Dewata. Isu ini menjadi krusial, terutama dalam mendukung ambisi besar pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang digadang-gadang akan menjadi ikon pariwisata berkelanjutan. Tanpa pasokan energi yang kokoh, masa depan KEK tersebut bisa terancam, menghambat potensi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata hijau.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR RI, Sugeng Suparwoto, mengungkapkan bahwa cadangan daya listrik di Bali saat ini berada pada level yang relatif terbatas. Kondisi ini menuntut perhatian serius agar sejalan dengan visi pariwisata berbasis energi hijau yang diusung. Ketergantungan yang tinggi pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi salah satu ganjalan utama yang harus segera ditangani. Untuk itu, pengembangan infrastruktur energi modern seperti Floating Storage Regasification Unit (FSRU) LNG Bali di kawasan Serangan menjadi solusi strategis yang didorong. Namun, Sugeng mengingatkan, setiap langkah peningkatan keandalan listrik harus dilakukan dengan sangat hati-hati, sembari tetap mendengarkan dan mengakomodasi aspirasi masyarakat setempat demi keberlanjutan jangka panjang.

DPR Bongkar Ancaman Listrik KEK Kura Kura Bali
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Selain urusan energi, Komisi XII DPR RI juga meninjau progres investasi di KEK Kura Kura Bali. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Edy Junaidi, menjelaskan bahwa kawasan seluas hampir 500 hektare ini diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 5.000 lapangan kerja baru. Angka ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong investasi berkualitas. Edy menekankan, kualitas investasi tidak hanya diukur dari nominal penanaman modal, melainkan juga dari dampak ekonomi nyata yang dihasilkan bagi masyarakat sekitar serta keberlanjutan ekosistemnya. Ini berarti investasi harus mampu memberikan nilai tambah yang signifikan dan merata, bukan sekadar angka di atas kertas.

COLLABMEDIANET

Direktur PT Bali Turtle Island Development (BTID), Tuti Hadiputranto, memaparkan bahwa KEK Kura Kura Bali mengedepankan visi destinasi pariwisata terintegrasi. Visi ini secara harmonis memadukan pelestarian lingkungan, kekayaan budaya lokal, dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Berbagai inisiatif pelestarian lingkungan telah diterapkan di kawasan ini. Di antaranya adalah penanaman masif sekitar 700.000 bibit pohon, pembangunan tujuh danau retensi untuk manajemen air, penggunaan konblok berpori guna meningkatkan daya serap air tanah, serta penataan jaringan listrik dan telekomunikasi yang seluruhnya ditempatkan di bawah tanah demi menjaga estetika dan keamanan infrastruktur.

Dengan segala potensi dan tantangan yang ada, dukungan infrastruktur yang kuat, khususnya sektor kelistrikan, menjadi kunci vital bagi keberhasilan KEK Kura Kura Bali. Sinergi antara pemerintah, investor, dan masyarakat akan menentukan apakah visi besar ini dapat terwujud sepenuhnya, membawa Bali menuju era pariwisata yang lebih hijau, inklusif, dan berdaya saing global. Keberadaan KEK ini diharapkan tidak hanya mendongkrak ekonomi, tetapi juga menjadi contoh pengembangan kawasan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar