Seniman Bantul Ini Bikin Dunia Terpana

Seniman Bantul Ini Bikin Dunia Terpana

lenterapos.com – Sebuah cita-cita besar yang dulu hanya berani diimpikan kini telah menjadi kenyataan seorang seniman Bantul berhasil menembus panggung internasional Apriyadi Kusbiantoro nama komikus senior ini kini dikenal sebagai ilustrator resmi komik Storm sebuah karya yang mendunia

Di balik dinding rumahnya yang bersahaja di Kalurahan Trimulyo Jetis Bantul tersimpan kisah sukses yang menginspirasi belasan lukisan dan sampul komik menghiasi setiap sudut ruangan menjadi saksi bisu perjalanan karyanya yang kini telah menjelajah pasar Amerika Serikat Belanda Jerman dan seluruh penjuru Eropa

Seniman Bantul Ini Bikin Dunia Terpana
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Apriyadi yang akrab disapa Apri berusia 50 tahun telah menaklukkan industri komik global Kisahnya berawal dari hobi masa kecil yang sering dipandang sebelah mata namun kini berbuah manis saat memasuki kediamannya aura artistik langsung terasa Ilustrasi karakter dan sampul buku di dinding bukan sekadar dekorasi melainkan rekam jejak karier puluhan tahun Di sudut ruang kerjanya yang mungil berukuran lima meter persegi tumpukan kertas kuas dan cat air tak pernah absen menemani proses kreatifnya yang tak pernah padam

COLLABMEDIANET

Bagi Apri karya-karya yang terpajang itu lebih dari sekadar hiasan semuanya menjadi rentetan peristiwa yang mengingatkannya pada perjalanan panjang dari seorang anak yang gemar mencoret-coret buku pelajaran hingga menjadi ilustrator komik yang dikenal di mancanegara

Kecintaan Apri terhadap komik telah tumbuh sejak ia duduk di bangku sekolah dasar namun kegemaran itu tidak selalu mendapat dukungan orang tuanya Apri masih ingat jelas bagaimana buku-buku pelajarannya lebih banyak dipenuhi coretan gambar daripada catatan pelajaran Hal ini seringkali mengundang teguran dari orang tuanya

Ia mengenang masa SD di mana orang tuanya seringkali merasa jengkel melihat buku pelajarannya lebih banyak dihiasi gambar ketimbang catatan Kini Apri memahami alasan di balik kemarahan tersebut Pada masa itu menggambar sering dipandang sebagai hobi yang kurang prospektif Terlebih sebagian besar waktunya habis untuk membaca komik bukan belajar Menurut Apri pandangan masyarakat saat itu sangat berbeda dengan kini membaca komik bahkan sering dianggap dapat mengganggu fokus belajar anak

Karena kala itu orang tua di sekitar saya menganggap kepintaran hanya didapat dari buku pelajaran ujarnya

Berbagai komik Amerika dan Eropa menjadi sahabat karib masa kecilnya Karakter seperti Batman Superman Captain America hingga Storm dan Tintin mengisi hari-harinya Koleksi komik tersebut sebagian besar berasal dari kakaknya yang gemar membeli dan menyewa buku komik

Saya ikut menikmati dari kakak jadi punya keuntungan dari kakak walaupun memang orang tua tidak suka ujarnya sambil tertawa

Dari kecintaan membaca itulah terbit hasrat untuk menciptakan komik sendiri Saat duduk di bangku SMP ia mulai membuat cerita lengkap dengan ilustrasinya Namun tidak satu pun berhasil diselesaikan karena masih hanya sebagai wadah menyalurkan hobi semata

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar