Lentera Pos- Ikon kebanggaan Ibu Kota, Tugu Monumen Nasional (Monas), tengah menjalani program pembersihan dan perawatan intensif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dalam langkah proaktifnya, menggandeng para pakar konservasi cagar budaya untuk memastikan kilau dan integritas struktur bersejarah ini tetap terjaga, sekaligus mempersiapkan wajah baru Monas yang lebih menawan.
Muhammad Isa Sarnuri, Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas, mengungkapkan bahwa kolaborasi erat terus terjalin dengan Pusat Konservasi Cagar Budaya (PKCB), Dinas Kebudayaan, serta Kementerian Kebudayaan. Ini bukan sekadar pembersihan biasa; di balik setiap sapuan dan sentuhan, ada kajian mendalam dan teknik khusus yang diterapkan, menjamin Monas tidak hanya bersih, tetapi juga lestari secara struktural dan historis.

Proses pembersihan area badan Tugu Monas ini diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih enam bulan. Isa menjelaskan, kegiatan ini dirancang secara khusus dan terukur, dengan prioritas utama pada aspek keamanan pekerja dan konservasi bangunan. Setiap detail, mulai dari pemilihan material pembersih hingga metode aplikasinya, telah melalui pertimbangan matang agar tidak merusak material asli tugu yang telah berdiri kokoh puluhan tahun.

Related Post
Melalui inisiatif monumental ini, Pemprov DKI bertekad menjaga Monas tidak hanya sebagai penanda geografis, melainkan sebagai simbol kebanggaan yang representatif, terawat apik, dan nyaman bagi setiap pengunjung, baik warga lokal maupun wisatawan mancanegara. Upaya ini menegaskan komitmen pemerintah untuk melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Ibu Kota.
Sebagai salah satu magnet wisata utama Jakarta, kawasan Monas memang tak pernah sepi pengunjung, terutama saat hari libur. Sebagai gambaran, pada Minggu (31/5) lalu, tercatat sekitar 14.309 orang memadati area ini, termasuk 126 wisatawan mancanegara. Isa merinci, para pelancong internasional tersebut datang dari berbagai penjuru dunia, seperti Tiongkok, Jepang, Jerman, Inggris, Korea Selatan, Malaysia, Italia, hingga Australia, menunjukkan daya tarik global Monas.
Namun, bagi Anda yang berencana mengunjungi Monas hari ini, Senin (1/6), bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, kawasan ini ditutup sementara. Penutupan ini merupakan bagian dari jadwal perawatan rutin fasilitas dan area kawasan demi menjamin kenyamanan, keamanan, dan kualitas layanan bagi seluruh pengunjung. Monas dijadwalkan akan kembali membuka gerbangnya pada Selasa, 2 Juni 2026, siap menyambut kembali para penikmat sejarah dan keindahan.







Tinggalkan komentar