Semeru Meledak Lima Kali! Kolom Abu Setinggi Gedung Pencakar Langit!

Semeru Meledak Lima Kali! Kolom Abu Setinggi Gedung Pencakar Langit!

Lentera Pos- Pagi yang mendebarkan menyelimuti perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, saat Gunung Semeru, sang Mahameru, kembali menunjukkan kegagahannya. Dalam rentang waktu singkat Kamis pagi, petugas mencatat lima kali erupsi signifikan, dengan letusan tertinggi memuntahkan kolom abu vulkanik hingga 1.200 meter di atas puncaknya yang megah. Sebuah fenomena yang menggarisbawahi betapa dinamisnya gunung tertinggi di Pulau Jawa ini.

Rangkaian letusan dimulai pukul 05.11 WIB, ketika kolom abu putih hingga kelabu setinggi sekitar 800 meter membumbung tebal ke arah utara dan barat laut. Namun, puncak dari serangkaian aktivitas ini tercatat pada pukul 06.21 WIB, di mana Semeru melontarkan material vulkanik hingga ketinggian 1.200 meter di atas puncak, atau setara 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan abu sedang ke timur laut. Saat laporan ini disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung, menambah ketegangan di wilayah tersebut.

Semeru Meledak Lima Kali! Kolom Abu Setinggi Gedung Pencakar Langit!
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Tak berhenti di situ, hanya berselang 36 menit, tepatnya pukul 06.57 WIB, Semeru kembali beraksi dengan kolom letusan setinggi 1.100 meter di atas puncak (4.776 mdpl), masih dengan abu putih hingga kelabu intensitas sedang ke arah timur laut. Disusul kemudian pada pukul 07.08 WIB dengan letusan yang lebih rendah, sekitar 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl), dan pagi itu ditutup dengan erupsi kelima pada pukul 07.32 WIB, melontarkan kolom abu setinggi 700 meter di atas puncak (4.376 mdpl) ke arah utara.

COLLABMEDIANET

Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, dalam laporannya yang diterima lenterapos.com di Lumajang, menegaskan bahwa aktivitas ini menempatkan Semeru pada Status Level III (Siaga). Sebuah status yang bukan sekadar angka, melainkan peringatan serius bagi keselamatan masyarakat sekitar.

Menyikapi kondisi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan serangkaian rekomendasi ketat. Masyarakat dilarang keras beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak erupsi. Lebih jauh lagi, ancaman awan panas dan aliran lahar yang berpotensi meluas hingga 17 kilometer dari puncak, mengharuskan warga menjauhi tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 500 meter.

Tak hanya itu, radius 5 kilometer dari kawah/puncak Semeru juga menjadi zona terlarang akibat bahaya lontaran batu pijar yang mematikan. PVMBG juga mengingatkan akan potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dingin yang bisa menerjang aliran sungai/lembah yang berhulu di Semeru, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungai kecil lainnya. Sebuah peringatan yang menggarisbawahi betapa dinamis dan tak terduganya kekuatan alam ini.

Dengan status Siaga yang masih berlaku, mata seluruh pihak terus tertuju pada Semeru, berharap aktivitas vulkaniknya mereda, namun tetap siap siaga menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi dari gunung api paling aktif di Pulau Jawa ini.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar