Lentera Pos- Gelombang panas kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, memasuki babak baru yang semakin intens. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu pagi menggiring dua belas pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, menuju Surabaya. Langkah ini menandai eskalasi serius dalam rangkaian pemeriksaan lanjutan pasca-Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menggegerkan.
Pemandangan tak biasa terpampang di Mapolres Tulungagung pada Sabtu, sekitar pukul 06.33 WIB, saat rombongan pejabat tersebut diberangkatkan. Menggunakan bus Harapan Jaya yang dikawal ketat aparat kepolisian, perjalanan mereka ke Surabaya bukan sekadar perpindahan, melainkan simbol ketegasan KPK dalam menuntaskan dugaan praktik rasuah di kota marmer ini. Publik bertanya-tanya, apa yang akan terungkap dari pemeriksaan maraton ini?

Sebelumnya, belasan pejabat Pemkab Tulungagung telah menjalani malam panjang yang menguras energi. Mereka diinterogasi penyidik KPK selama kurang lebih 12 jam, dimulai sejak Jumat (10/4) petang. Pemeriksaan awal yang intens ini diduga menjadi pintu gerbang bagi KPK untuk menguak lebih dalam jaringan dan modus operandi di balik kasus yang menjerat orang nomor satu di Tulungagung.

Related Post
Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa para pejabat yang digiring ke Surabaya bukan sembarang individu. Mereka adalah figur-figur yang menduduki posisi strategis, termasuk sejumlah kepala bagian, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), ajudan bupati, bahkan seorang anggota DPRD Tulungagung. Sementara itu, beberapa pejabat lain yang juga sempat diperiksa telah dipulangkan, mengindikasikan bahwa KPK telah mengidentifikasi pihak-pihak yang dinilai memiliki informasi krusial untuk pengembangan kasus ini.
OTT terhadap Bupati Gatut Sunu Wibowo sendiri terjadi pada Jumat (10/4), memicu serangkaian pemeriksaan maraton di lingkungan Pemkab. Tak hanya itu, penyidik KPK juga dilaporkan melakukan penelusuran mendalam di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung. Fokus pada dinas ini menguatkan dugaan bahwa kasus ini kemungkinan besar berkaitan dengan proyek-proyek infrastruktur atau pengadaan barang dan jasa.
Hingga berita ini diturunkan, Komisi Pemberantasan Korupsi belum mengeluarkan pernyataan resmi secara rinci mengenai konstruksi perkara maupun identitas pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Publik menanti dengan cemas, siapa saja yang akan menyusul Bupati Gatut Sunu Wibowo menjadi pesakitan dalam skandal ini.
Berikut adalah daftar nama pejabat yang berhasil dihimpun lenterapos.com yang dibawa KPK ke Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk sosok yang memiliki hubungan kekerabatan dengan Bupati:
- Kabag Kesra, Makrus Manan
- Kabag Pemerintahan, Arif Efendi
- Kabag Umum, Yulius Rama Isworo
- Kabag Prokopim, Aris Wahyudiono
- Kepala Satpol PP Tulungagung, Hartono
- Kepala Dinas Pertanian Tulungagung, Suyanto
- Kepala BPKAD Tulungagung, Dwi Hari
- Kepala Bakesbangpol Tulungagung, Agus Prijanto
- Kepala Dinas PUPR Tulungagung, Erwin
- Anggota DPRD Tulungagung, Jatmiko (yang diketahui merupakan adik kandung Bupati Gatut Sunu)
- Ajudan Bupati Tulungagung, Dwi Yoga Ambal
- Staf Pemerintahan, Oki
Perkembangan kasus ini dipastikan akan terus menjadi sorotan tajam, mengingat dampaknya yang luas terhadap tata kelola pemerintahan di Kabupaten Tulungagung dan kepercayaan publik terhadap integritas pejabat.



Tinggalkan komentar