Lentera Pos- Warga Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, merasakan getaran gempa bumi dangkal pada Minggu dini hari, memicu kekhawatiran sesaat. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera memberikan kepastian: peristiwa ini tidak berpotensi tsunami dan sejauh ini tidak menimbulkan kerusakan signifikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa tektonik tersebut memiliki parameter terbaru dengan magnitudo 2,6. Guncangan terjadi tepat pada pukul 00.56 WITA. "Peristiwa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami dan tidak menimbulkan kerusakan," tegas Nasrol Adil, menenangkan masyarakat.

Analisis BMKG menunjukkan bahwa episenter gempa terletak pada koordinat 4,01 derajat Lintang Selatan (LS) dan 121,56 derajat Bujur Timur (BT). Lokasinya berada di darat, sekitar delapan kilometer barat laut Kolaka, dengan kedalaman hiposenter yang sangat dangkal, yakni tiga kilometer. Kedalaman hiposenter yang hanya tiga kilometer ini menjadi kunci mengapa guncangan terasa cukup nyata di permukaan, meskipun magnitudonya relatif kecil. Gempa dangkal cenderung memiliki dampak lokal yang lebih intens dibandingkan gempa dalam dengan magnitudo serupa.

Related Post
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif Kolaka," ungkap Nasrol Adil. Identifikasi sesar aktif Kolaka sebagai pemicu gempa ini juga menegaskan bahwa wilayah tersebut berada dalam zona tektonik yang perlu terus diwaspadai, meskipun gempa kali ini tidak merusak.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) dan laporan dari masyarakat, gempa dirasakan di Kecamatan Latambaga dan Kolaka dengan skala intensitas II hingga III MMI. Guncangan digambarkan seperti getaran yang ditimbulkan oleh kendaraan berat yang melintas, cukup nyata dirasakan oleh beberapa orang di dalam rumah.
Meski demikian, Nasrol Adil menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan yang diakibatkan oleh gempa tersebut. Pemantauan BMKG hingga Minggu (29/3) pukul 01.30 WITA juga belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan, sebuah kabar baik yang menambah ketenangan.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang kebenarannya tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Masyarakat diharapkan memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkas Nasrol Adil, menekankan pentingnya validasi informasi di tengah derasnya arus berita. Untuk informasi terkini dan terpercaya, masyarakat dapat selalu merujuk pada situs resmi lenterapos.com.










Tinggalkan komentar