Badai Global Menerpa! Seruan Dasco: Kunci Selamat Indonesia?

Badai Global Menerpa! Seruan Dasco: Kunci Selamat Indonesia?

Lentera Pos- Pengamat politik senior, Boni Hargens, secara tegas menyoroti seruan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengenai pentingnya persatuan nasional. Menurut Boni, ajakan ini bukan sekadar retorika domestik yang biasa, melainkan sebuah pilar fundamental yang krusial bagi bangsa Indonesia di tengah gelombang tekanan dan ketidakpastian global yang kian kompleks. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa mendesaknya kohesi sosial untuk menghadapi tantangan zaman, di mana stabilitas internal menjadi kunci utama pertahanan.

Boni Hargens memberikan dukungan penuh terhadap penegasan Dasco yang menyatakan bahwa Presiden terpilih, Prabowo Subianto, hanya membutuhkan satu hal dari seluruh elemen bangsa, termasuk masyarakat sipil: persatuan nasional. Seruan ini, menurut Dasco, adalah landasan utama agar berbagai program prioritas pemerintah dapat terealisasi demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Ini bukan hanya tentang dukungan politik semata, tetapi tentang membangun fondasi kokoh untuk pemerintahan yang efektif dan berkelanjutan.

Badai Global Menerpa! Seruan Dasco: Kunci Selamat Indonesia?
Gambar Istimewa : img.antaranews.com

Lebih lanjut, Boni menguraikan dua krisis geopolitik besar yang kini mengguncang tatanan dunia: eskalasi konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang hingga kini belum menemukan titik terang. Kedua krisis ini, jelasnya, tidak hanya membatasi dampaknya pada negara-negara yang terlibat langsung, melainkan juga merembet ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Imbasnya terasa melalui kenaikan harga komoditas global, gangguan rantai pasok yang vital, fluktuasi nilai tukar mata uang, hingga ketidakstabilan pasar keuangan internasional yang mengkhawatirkan. Konflik di Timur Tengah, misalnya, secara langsung memengaruhi harga energi global dan berpotensi mengancam stabilitas ekonomi negara-negara berkembang. Sementara itu, perang di Eropa Timur terus mengganggu pasokan pangan dan energi dunia, memicu inflasi, dan memaksa setiap negara untuk memperkuat ketahanan nasionalnya.

COLLABMEDIANET

Dalam konteks ini, Indonesia menghadapi tekanan eksternal yang nyata – mulai dari gejolak harga, disrupsi rantai pasok, hingga tekanan fiskal yang menuntut respons pemerintah yang cepat, tepat, dan didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat. Di sinilah relevansi persatuan nasional menjadi sangat mendesak dan tak terhindarkan. Pemerintah, menurut Boni, tidak mungkin menghadapi kompleksitas tantangan berlapis ini sendirian. Oleh karena itu, dukungan aktif, tulus, dan terorganisir dari masyarakat sipil menjadi "bahan bakar" vital yang menggerakkan roda pemerintahan demi kepentingan seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Ini adalah panggilan untuk kolaborasi konstruktif, bukan sekadar kepatuhan buta.

Pemerintahan Presiden Prabowo, tegas Boni, sangat membutuhkan dukungan konkret dari masyarakat sipil. Dukungan ini esensial tidak hanya untuk menghadapi tantangan yang rumit, tetapi juga untuk mewujudkan berbagai agenda pemerintahan yang dirancang demi menciptakan kebaikan bersama bagi seluruh rakyat Indonesia. "Dukungan ini bukan berarti bersikap pasif atau buta terhadap kebijakan yang ada, melainkan berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab dalam proses berbangsa dan bernegara," ujar Boni, menekankan pentingnya peran konstruktif dan kritis yang membangun.

Tiga program utama yang diidentifikasi membutuhkan dukungan penuh adalah ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan pelayanan publik di sektor pendidikan dan kesehatan. Ini adalah janji-janji fundamental yang menjadi tulang punggung visi pemerintahan baru, dan keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi seluruh elemen bangsa. Boni menekankan bahwa seruan persatuan nasional yang disampaikan Dasco bukanlah imbauan kosong, melainkan respons jernih terhadap tantangan nyata yang membayangi bangsa. Tantangan tersebut meliputi fragmentasi sosial yang kian mendalam di ruang publik digital – sebuah ancaman yang tak bisa diremehkan – tekanan geopolitik global yang tak kunjung mereda, serta kebutuhan mendesak untuk memastikan program-program kesejahteraan rakyat dapat terwujud dalam waktu sesingkat mungkin.

Oleh karena itu, Dasco mengajak masyarakat sipil untuk memberikan kontribusi konkret sesuai kapasitas masing-masing, bukan sekadar wacana atau kritik tanpa solusi. Ini adalah perwujudan tanggung jawab warga negara sejati kepada bangsa dan negara. Dengan persatuan nasional yang kokoh, program kesejahteraan Presiden dapat terwujud, dan seluruh rakyat Indonesia dapat merasakan hasilnya secara adil dan merata.

"Persatuan nasional adalah investasi terbaik yang dapat diberikan masyarakat sipil kepada bangsa. Mari bersatu, bukan untuk satu golongan, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia," pungkas Boni, memberikan penekanan pada visi kolektif yang melampaui kepentingan partisan.

Sebelumnya, Dasco telah mengimbau masyarakat sipil untuk memperkuat persatuan nasional, menegaskan bahwa kekompakan adalah kunci jalannya pemerintahan yang baik. "Kita perlu persatuan nasional dan sumbangsih yang bukan omon-omon, itu yang kita minta kepada kawan-kawan masyarakat sipil sekalian," kata Dasco dalam keterangan tertulisnya yang diterima Lentera Pos.com pada Jumat (6/3). Ia mengamati kondisi masyarakat sipil saat ini mulai tidak sehat, di mana media sosial bahkan kerap dijadikan wadah untuk saling mencaci. Dasco juga menekankan bahwa yang dibutuhkan pemerintahan Presiden Prabowo untuk mewujudkan janji-janjinya, terutama menyejahterakan rakyat, adalah persatuan nasional. Ia tidak mempermasalahkan kritik atau masukan dari masyarakat sipil, asalkan kritik tersebut dibangun atas dasar rasa nasionalisme dan niat yang baik, menunjukkan bahwa ruang dialog tetap terbuka namun dengan batasan etika kebangsaan yang jelas.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar