Lentera Pos- Presiden Prabowo Subianto secara langsung memberikan instruksi tegas kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menggenjot standar kualitas dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Arahan krusial ini disampaikan oleh Kepala BGN, Dadan Hindayana, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Pak Presiden menekankan agar BGN tidak hanya fokus pada pencapaian target semata, namun juga secara serius mengedepankan peningkatan kualitas dan keamanan program. Ini adalah prioritas utama yang harus dipegang teguh," jelas Dadan, mengutip pesan langsung dari Kepala Negara. Pesan ini mengindikasikan pergeseran fokus yang lebih mendalam, tidak hanya pada kuantitas penyaluran, tetapi juga pada jaminan mutu yang tak bisa ditawar.

Hingga kini, Program MBG telah menunjukkan jangkauan yang masif, dengan 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar luas, melayani lebih dari 60,7 juta penerima manfaat di seluruh penjuru negeri. Namun, Dadan menegaskan bahwa kuantitas ini harus diimbangi dengan kualitas yang terjamin. Untuk itu, pada tahun 2026, BGN berencana membentuk tim akreditasi dan sertifikasi khusus. Sistem penilaian berjenjang akan diterapkan, mengklasifikasikan SPPG menjadi kategori unggul (nilai A), sangat baik (nilai B), dan baik (nilai C), bahkan mengidentifikasi SPPG yang memerlukan dukungan ekstra untuk meningkatkan performa. Inisiatif ini bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan upaya konkret untuk memastikan setiap SPPG memenuhi standar terbaik, menjamin kualitas gizi yang diterima masyarakat.

Related Post
Lebih lanjut, Dadan memaparkan bahwa tahun 2026 akan menjadi titik tolak bagi BGN untuk tidak hanya menyalurkan gizi, tetapi juga memberikan edukasi komprehensif mengenai pilihan makanan sehat kepada para penerima manfaat. Ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang melihat MBG sebagai bagian integral dari strategi pembangunan nasional yang lebih luas. Presiden Prabowo sendiri menegaskan bahwa program-program prioritas pemerintah, mulai dari MBG, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga pemerataan pendidikan, adalah pilar yang saling terhubung. Kebijakan-kebijakan ini dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan pada akhirnya, mewujudkan kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Sebuah pendekatan holistik yang menunjukkan bahwa investasi pada gizi adalah fondasi bagi kemajuan bangsa secara menyeluruh.
Perkembangan pesat MBG yang menjangkau puluhan juta jiwa ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, namun juga menciptakan geliat ekonomi. Presiden Prabowo menyoroti bagaimana program ini telah berhasil membangun ekosistem usaha dan membuka lapangan kerja baru di berbagai daerah, menunjukkan bahwa investasi pada gizi adalah investasi yang berbuah ganda bagi kemajuan bangsa. Dengan arahan tegas ini, masa depan MBG diproyeksikan akan semakin kuat, tidak hanya dalam menjangkau, tetapi juga dalam memberikan dampak kualitas yang optimal bagi jutaan penerima manfaat.








Tinggalkan komentar