Lentera Pos- Sebuah kasus pembunuhan sadis menggemparkan Medan, Sumatera Utara. SSL, anggota ormas, menjadi korban penculikan dan pembunuhan yang terencana. Jasadnya ditemukan dibuang ke tengah laut di perairan Bireuen, Aceh. Polda Sumut berhasil meringkus tujuh tersangka, namun otak pelaku, Iskandar Daud, masih buron.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh, mengungkapkan kronologi mengerikan tersebut. Penculikan terjadi pada Selasa, 8 April 2025, pukul 03.00 WIB, di parkiran Diskotik Blue Star, Kota Binjai. SSL disergap, ditusuk, lalu dimasukkan ke bagasi mobil dan dibawa ke Aceh. Di sana, jasadnya dibuang ke laut setelah dibungkus karung dan diberi pemberat.

Motif pembunuhan, menurut Kombes Pol Ricko, dilatarbelakangi oleh penagihan utang narkoba. Iskandar Daud, otak pelaku, memerintahkan anak buahnya untuk menculik dan membunuh SSL. Dua hari sebelum penculikan, para tersangka sudah mencoba mendatangi rumah korban, namun gagal. Mereka kemudian melacak keberadaan SSL hingga ke Diskotik Blue Star. Para pelaku bahkan merusak ban mobil korban untuk menghentikan laju kendaraannya.

Related Post
Tujuh tersangka yang ditangkap antara lain M (eksekutor), AFP, SP, ZI, II, A, dan AB. Mereka dijerat dengan Pasal 328 KUHP tentang penculikan (ancaman 12 tahun penjara) dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan (ancaman 15 tahun penjara). Barang bukti yang diamankan meliputi mobil Honda Civic, sepeda motor, senjata tajam, pakaian pelaku, dan handphone.
Penyelidikan intensif dilakukan Polda Sumut setelah menerima laporan dari istri korban, Pipit Widari, pada 25 April 2025. Tim Jatanras berhasil menangkap para tersangka di berbagai lokasi, termasuk di Langsa, Aceh Timur, dan pintu tol Helvetia, Medan.
Kasus ini menyoroti kekejaman yang dilakukan para pelaku dan kompleksitas jaringan kriminal yang terlibat. Keberhasilan penangkapan tujuh tersangka menjadi langkah signifikan, namun pencarian otak pelaku, Iskandar Daud, masih menjadi fokus utama. Pihak kepolisian memastikan akan terus memburu Iskandar Daud hingga berhasil ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Keberadaan Iskandar Daud yang masih bebas menjadi pertanyaan besar dan mengantungkan kelanjutan proses hukum kasus ini. Apakah ada pihak lain yang terlibat? Bagaimana jaringan narkoba ini beroperasi? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menunggu jawaban dari proses penyelidikan selanjutnya.










Tinggalkan komentar