lenterapos.com – Sebuah terobosan besar tengah digodok Kementerian Lingkungan Hidup KLH yang berpotensi mengubah lanskap ekonomi Indonesia. Negara kita yang kaya raya akan keanekaragaman hayati kini bersiap meluncurkan skema Kredit Keanekaragaman Hayati berstandar global sebuah instrumen pembiayaan hijau yang sangat kredibel dari sektor swasta. Ini bukan sekadar wacana namun sebuah langkah strategis untuk menerjemahkan kekayaan alam menjadi sumber kesejahteraan nyata bagi masyarakat.
Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup BPLH Moh Jumhur Hidayat menegaskan Indonesia memiliki potensi ekosistem spesies dan sumber daya genetik yang luar biasa. Tantangan utamanya adalah bagaimana potensi ini dapat diubah menjadi instrumen ekonomi dan kebijakan yang efektif. Menurutnya pengembangan Kredit Keanekaragaman Hayati harus didasarkan pada tiga pilar utama yaitu integritas ilmiah inklusi sosial dan tata kelola yang transparan. Prinsip-prinsip ini menjadi fondasi agar pemanfaatan alam tidak hanya berkelanjutan namun juga berkeadilan.

Pernyataan penting ini disampaikan usai peresmian pembukaan International Workshop on Biodiversity Credit Implementation di Jakarta. Jumhur menjelaskan penerapan instrumen inovatif semacam ini membutuhkan kerangka kebijakan yang kokoh pedoman operasional yang jelas serta regulasi yang selaras dengan konteks ekologis sosial-ekonomi budaya dan kelembagaan nasional. Tanpa fondasi yang kuat potensi besar ini sulit diwujudkan secara optimal.

Related Post
Pemerintah menyadari penuh bahwa target global untuk pelestarian keanekaragaman hayati tidak bisa dicapai sendirian. Oleh karena itu KLH BPLH terus mendorong sektor swasta untuk meningkatkan kontribusinya melalui investasi hijau. Investasi ini diharapkan dapat mendukung upaya konservasi berbasis masyarakat yang melibatkan langsung penduduk lokal. Kebijakan ini juga menempatkan masyarakat lokal dan adat pada posisi terhormat sebagai penjaga garis depan alam sekaligus pemegang otoritas pengetahuan tradisional yang tak ternilai harganya. Manfaat dari pelestarian alam wajib dibagikan secara adil dan merata. Nilai ekonomi yang bertanggung jawab ini menjadi bentuk pengakuan bermakna bagi mereka yang berjuang menjaga kelestarian lingkungan.
Penyelenggaraan International Advisory Panel on Biodiversity Credit IAPB Policy Forum di Jakarta menjadi momentum krusial bagi Indonesia. Forum ini memungkinkan Indonesia untuk bertukar pengalaman dan mempersiapkan kerangka Kredit Keanekaragaman Hayati nasional. Selain itu forum ini juga memperkuat kolaborasi global demi pencapaian Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework sebuah agenda ambisius untuk melindungi keanekaragaman hayati dunia. Pembahasan dalam forum kebijakan ini diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi persiapan dunia menuju Conference of the Parties COP 17 Convention on Biological Diversity CBD di Armenia.
Sebagai bukti komitmen kuat dalam agenda keanekaragaman hayati Indonesia bahkan mengumumkan rencana untuk mempertimbangkan pencalonan diri sebagai tuan rumah COP 18 CBD pada tahun 2028. Ini menunjukkan ambisi Indonesia untuk menjadi pemimpin global dalam isu lingkungan hidup. Menteri Jumhur menyampaikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Inggris dan Prancis para anggota Policy Forum IAPB serta seluruh mitra nasional maupun internasional. Apresiasi juga ditujukan kepada Indonesia Taskforce for Development of Biodiversity Credit Framework atas dukungan berkelanjutannya dalam merumuskan instrumen strategis yang akan membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih hijau dan sejahtera.








Tinggalkan komentar