Iran Siap Guncang Dunia dengan Perang Tak Terduga

Iran Siap Guncang Dunia dengan Perang Tak Terduga

lenterapos.com – Dunia dikejutkan dengan pernyataan tegas dari Teheran. Petinggi militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, seorang penasihat senior komandan Garda Revolusi Islam IRGC, baru-baru ini mengungkap strategi pertahanan negaranya yang membuat banyak pihak menahan napas. Naqdi menegaskan bahwa meski Iran saat ini masih mengandalkan metode pertempuran konvensional, mereka telah mempersiapkan diri untuk skenario perang asimetris yang jauh lebih dahsyat dan tak terduga, jika memang diperlukan.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan stasiun televisi Lebanon Al-Mayadeen pada Senin (31/8), Naqdi menjelaskan bahwa konsep perang asimetris bagi Iran bukanlah sekadar pertempuran di medan perang tradisional. Ini adalah konflik yang melampaui batas geografis, mampu merambah pusat-pusat kekuatan ekonomi global seperti Wall Street dan Manhattan. "Perang asimetris berarti berperang di mana saja dan kapan saja, menggunakan kemampuan yang belum pernah kami tunjukkan," ujarnya, memberikan gambaran mengerikan tentang potensi konflik yang bisa terjadi. Pernyataan ini secara implisit menunjukkan bahwa Iran memiliki kartu truf yang belum dimainkan, siap untuk diaktifkan pada saat yang krusial.

Iran Siap Guncang Dunia dengan Perang Tak Terduga
Gambar Istimewa : cdn.antaranews.com

Naqdi menambahkan, Iran belum merasa perlu untuk mengaktifkan strategi perang asimetris tersebut. Alasannya sederhana namun kuat: Teheran mampu menjaga kedaulatan dan keamanan negaranya secara efektif dengan menggunakan armada pesawat nirawak atau drone canggih serta rudal presisi tinggi. "Belum ada kebutuhan mendesak; kami telah berhasil mengelola dan memastikan keamanan kami dengan drone dan rudal," kata Naqdi, menyoroti kemandirian Iran dalam menghadapi ancaman. Kapasitas militer yang dimiliki saat ini dinilai cukup untuk menangkal agresi dan menjaga stabilitas regional.

COLLABMEDIANET

Komentar Naqdi ini muncul di tengah ketegangan yang memuncak antara Iran dan Amerika Serikat. Sebelumnya, pada 19 Agustus, Presiden AS Donald Trump mengumumkan kampanye isolasi ekonomi masif terhadap Iran, sebuah langkah yang disebutnya sebagai "isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya." Trump juga mendesak sekutu-sekutunya untuk bergabung dalam upaya tersebut, memperketat cengkeraman terhadap perekonomian Iran. Laporan dari media AS, mengutip pejabat Washington, mengindikasikan bahwa Amerika kini telah beralih dari pendekatan militer langsung ke taktik "cekikan" ekonomi secara bertahap terhadap Teheran, sebuah strategi yang telah diterapkan sejak akhir Februari 2026.

Sejarah konflik antara kedua negara ini memang berliku. Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel dilaporkan melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan balasan terhadap kepentingan AS. Di pertengahan Juni, sempat ada secercah harapan ketika Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, gencatan senjata itu berumur pendek. Kedua belah pihak kembali saling menyerang tak lama setelah kesepakatan itu ditandatangani, menunjukkan rapuhnya upaya perdamaian. Hingga saat ini, konflik yang berkepanjangan antara Iran dan Amerika Serikat tersebut masih belum menemukan titik terang, menyisakan ketidakpastian di panggung geopolitik global. Pernyataan Naqdi ini menjadi pengingat tajam akan potensi eskalasi yang selalu membayangi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikuti kami :

Tinggalkan komentar